BLITAR – Warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, dibuat geger oleh dugaan pembongkaran makam yang terjadi pada dini hari.
Makam salah seorang warga diketahui telah dibongkar dan sebagian kain kafan jenazah diduga diambil oleh orang tidak dikenal. Peristiwa tersebut semakin mengundang perhatian setelah warga menemukan sejumlah sobekan foto perempuan berserakan di sekitar area makam.
Belum diketahui secara pasti siapa yang melakukan pembongkaran maupun apa motif di balik aksi tersebut. Sejumlah warga kemudian mengaitkannya dengan dugaan praktik ilmu hitam. Namun, hingga kini belum ada bukti yang dapat memastikan dugaan tersebut.
Informasi mengenai makam yang dibongkar itu kemudian menyebar luas melalui media sosial. Kabar tersebut akhirnya diketahui aparat kepolisian yang kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar membenarkan bahwa petugas telah mendatangi lokasi makam setelah informasi tersebut beredar.
Menurutnya, hingga saat ini keluarga pemilik makam belum membuat laporan resmi kepada kepolisian.
“Belum ada laporan ke kami,” kata Samsul.
Meski demikian, polisi tetap melakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Petugas juga mendatangi kediaman keluarga terkait untuk memastikan informasi yang beredar.
Saat polisi datang, kondisi makam telah dikembalikan seperti semula. Lubang yang sebelumnya diduga digunakan untuk membongkar makam telah ditutup kembali.
“Sudah datang dan memang ada. Tetapi keluarga tidak berkenan membuat laporan ke polisi,” jelas Samsul.
Pihak kepolisian juga telah melakukan penelusuran setelah video mengenai kejadian tersebut viral. Rencananya, petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi guna mengetahui kemungkinan adanya unsur pidana.
Namun, proses pemeriksaan tempat kejadian perkara menghadapi kendala karena kondisi makam sudah kembali seperti semula. Perubahan kondisi tersebut membuat petugas kesulitan menemukan dan mengamankan jejak yang mungkin masih tersisa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, warga juga menemukan sebuah cangkul yang dibuang ke area persawahan tidak jauh dari lokasi makam. Peralatan tersebut diduga berkaitan dengan aksi penggalian.
Pembongkaran makam diduga dilakukan pada dini hari. Waktu tersebut dipilih karena kondisi sekitar lebih sepi. Meski demikian, lokasi makam tidak terlalu jauh dari permukiman warga sehingga pelaku diduga harus memperhitungkan situasi sekitar.
Penggalian makam juga disebut tidak dilakukan secara keseluruhan. Bagian yang dibongkar hanya berada di sekitar ujung kepala, tepatnya di bawah bagian nisan. Sementara bagian makam lainnya tetap dalam kondisi utuh.
Saat bagian makam tersebut dibuka, warga disebut sempat melihat bambu yang digunakan untuk menutup jenazah.
Setelah kejadian diketahui, warga setempat meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah warga bahkan melakukan patroli secara bergantian di sekitar kawasan pemakaman untuk mencegah kemungkinan kejadian serupa kembali terjadi.
Hingga kini, motif pembongkaran makam tersebut masih menjadi tanda tanya. Polisi masih melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar, sementara keluarga belum menempuh langkah pelaporan secara resmi.
(Red/lis)