Tarif Parkir Insidentil di Kota Kediri Diusulkan Naik, Reguler Juga Berpotensi Berubah



(by radar kediri)


KEDIRI
– Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri saat ini tengah mematangkan rancangan regulasi mengenai penerapan parkir insidentil. Pembahasan tersebut dilakukan secara intensif sebagai bagian dari proses penyempurnaan aturan sebelum diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperoleh pembahasan lebih lanjut. Regulasi ini diproyeksikan menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan parkir sekaligus meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri, Arief Cholisudin, menjelaskan bahwa rancangan aturan tersebut hingga kini masih berada pada tahap pembahasan di Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD). Oleh karena itu, regulasi tersebut belum diajukan ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena masih memerlukan penyempurnaan dari berbagai aspek teknis maupun administratif.

Menurut Arief, terdapat sejumlah poin penting yang sedang dibahas dalam penyusunan aturan tersebut. Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan besaran tarif parkir insidentil, tetapi juga menyangkut mekanisme pelaksanaan di lapangan. Hal ini dilakukan mengingat ketentuan mengenai parkir insidentil sebenarnya telah tercantum dalam regulasi sebelumnya, namun belum mengatur secara rinci mengenai tata cara penerapan, penentuan lokasi, hingga mekanisme penarikan retribusi ketika berlangsung kegiatan tertentu.

Dalam usulan yang sedang dibahas, tarif parkir insidentil akan dibedakan dari tarif parkir reguler. Untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor, tarif parkir insidentil diusulkan sebesar Rp5.000, sedangkan kendaraan roda empat seperti mobil pribadi akan dikenakan tarif Rp10.000. Tarif tersebut akan diberlakukan pada saat penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event yang berpotensi meningkatkan volume kendaraan dan kebutuhan lahan parkir di wilayah Kota Kediri.

Penerapan tarif khusus pada momentum tertentu tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penerimaan daerah. Dishub Kota Kediri menilai potensi pendapatan dari sektor parkir masih dapat dioptimalkan melalui pengaturan tarif yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama ketika berlangsung kegiatan berskala besar yang menarik banyak pengunjung. Bahkan, pemerintah memperkirakan kebijakan tersebut dapat mendorong peningkatan PAD dari sektor parkir hingga mencapai sekitar 40 persen dibandingkan dengan kondisi saat ini.

Selain membahas tarif parkir insidentil, informasi yang berkembang menyebutkan bahwa pemerintah juga mengusulkan penyesuaian tarif parkir reguler. Apabila usulan tersebut disetujui, tarif parkir untuk sepeda motor yang selama ini sebesar Rp1.000 akan naik menjadi Rp2.000. Sementara itu, tarif parkir kendaraan roda empat yang sebelumnya Rp2.000 direncanakan meningkat menjadi Rp4.000. Penyesuaian tarif tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan sehingga belum diberlakukan dan masih menunggu proses penyelesaian regulasi.

Saat ini, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan mengelola tiga lokasi kantong parkir resmi, yakni di kawasan eks Pasifik, di depan Satlantas Polres Kediri Kota, serta di Terminal Tamanan. Selain ketiga lokasi tersebut, Dishub juga mengelola parkir di tepi jalan umum yang tersebar pada 28 ruas jalan di wilayah Kota Kediri. Lokasi-lokasi tersebut dilayani oleh juru parkir resmi yang mengenakan seragam berwarna biru atau oranye sebagai tanda bahwa mereka merupakan petugas yang berada di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan.

Beberapa ruas jalan yang termasuk dalam pengelolaan parkir resmi antara lain Jalan Dhoho, Jalan Pattimura, dan sejumlah titik strategis lainnya yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selama ini, tarif parkir reguler yang berlaku di lokasi-lokasi tersebut adalah Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2.000 untuk kendaraan roda empat. Namun, apabila usulan perubahan tarif memperoleh persetujuan, maka besaran retribusi parkir akan mengalami penyesuaian sesuai dengan ketentuan baru yang nantinya ditetapkan melalui regulasi resmi.(red/lis)

Tradisi Manusuk Sima di Taman Tirtayasa, Napak Tilas Lahirnya Kota Kediri

MANUSUK SIMA - Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar Upacara Tradisi Manusuk Sima sebagai puncak peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147, Senin (27/7/2026). Tahun ini, prosesi sakral tersebut kembali dilaksanakan di Taman Tirtayasa (by tribunjatim.com)



KEDIRI
– Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar tradisi Manusuk Sima sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147. Prosesi budaya yang berlangsung di kawasan Taman Tirtayasa tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang berdirinya Kota Kediri sekaligus upaya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi Manusuk Sima merupakan kegiatan yang memiliki nilai historis karena berkaitan dengan penetapan tanah sima atau tanah perdikan yang menjadi salah satu dasar sejarah lahirnya Kota Kediri. Prosesi ini merujuk pada keberadaan Prasasti Kwak yang mencatat penetapan wilayah Kuwak pada 27 Juli 879 Masehi, yang kemudian menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kota Kediri. 

Pelaksanaan Manusuk Sima tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana mengenang perjalanan sejarah Kota Kediri sejak masa kerajaan. Melalui ritual tersebut, masyarakat diajak untuk memahami bahwa perkembangan Kota Kediri saat ini tidak terlepas dari perjalanan panjang peradaban yang telah berlangsung selama lebih dari seribu tahun. 

Pada pelaksanaan tahun ini, prosesi Manusuk Sima kembali digelar di Taman Tirtayasa setelah sebelumnya sempat dilaksanakan di lokasi lain. Pemilihan tempat tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah karena kawasan Tirtayasa berada dalam rangkaian cerita perkembangan wilayah Kuwak yang menjadi bagian penting dalam sejarah awal Kota Kediri. 

Rangkaian acara berlangsung dengan nuansa budaya Jawa yang kental. Suasana sakral semakin terasa melalui iringan doa, tabuhan gamelan, serta berbagai prosesi adat yang menggambarkan penghormatan terhadap leluhur dan sejarah daerah. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan simbolisasi pengukuhan nilai sejarah melalui rangkaian acara yang melibatkan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta pelaku seni budaya. 

Pemerintah Kota Kediri menilai pelestarian tradisi Manusuk Sima menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman. Tradisi tersebut tidak hanya mengenalkan sejarah kepada generasi muda, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap budaya lokal yang menjadi ciri khas Kota Kediri. 

Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap masa lalu, kegiatan Manusuk Sima juga menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Kota Kediri untuk terus membangun daerah dengan tetap berpegang pada nilai sejarah dan budaya. Perjalanan panjang Kota Kediri yang telah melewati berbagai masa diharapkan menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Dengan terselenggaranya tradisi Manusuk Sima dalam peringatan Hari Jadi ke-1.147, Kota Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat peninggalan sejarah. Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari perkembangan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga akar budaya dan sejarah. (red/lis)

Diduga Aniaya Security Tempat Hiburan Malam, Markas Debt Collector Surabaya Didatangi Rekan Korban


Massa menggeruduk markas DC yang berada di Jalan Teuku Umar, Tegalsari.--(by memorandum co.id)


SURABAYA – Suasana sebuah markas kelompok debt collector di Surabaya sempat memanas setelah didatangi sejumlah rekan dari dua petugas keamanan tempat hiburan malam yang diduga menjadi korban penganiayaan. Kedatangan tersebut diduga berkaitan dengan insiden pengeroyokan yang melibatkan beberapa orang di kawasan tempat hiburan malam.

Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut bermula ketika dua petugas keamanan atau security tempat hiburan malam terlibat perselisihan dengan sejumlah orang yang diduga berasal dari kelompok debt collector. Perselisihan tersebut kemudian berujung pada aksi kekerasan yang mengakibatkan kedua korban mengalami luka.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, rekan-rekan korban kemudian mendatangi lokasi yang disebut sebagai markas kelompok debt collector. Kedatangan mereka dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan tindakan kekerasan yang dialami oleh kedua petugas keamanan.

Situasi di lokasi sempat menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah orang berkumpul di area tersebut sebelum akhirnya aparat kepolisian datang untuk melakukan pengamanan dan mencegah terjadinya konflik lanjutan.

Petugas kepolisian kemudian melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk mengumpulkan informasi dari pihak yang terlibat serta meminta keterangan dari para saksi. Polisi juga melakukan pendalaman terkait kronologi sebenarnya dari dugaan penganiayaan tersebut.

Dua petugas keamanan yang menjadi korban selanjutnya menjalani pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi luka yang dialami. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan sejumlah orang dalam kejadian tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan kelompok penagih utang dan petugas keamanan yang sama-sama memiliki aktivitas di ruang publik. Aparat mengimbau seluruh pihak agar menyerahkan proses penyelesaian kepada jalur hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus tersebut, termasuk mencari tahu motif, kronologi, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur tindak pidana.(red/lis)

Toko Kelontong Lowayu Jadi Sasaran Pencurian, Rokok dan Uang Tunai di Raib


Petugas Unit Reskrim Polsek Dukun melakukan olah TKP pencurian di Toserba Sunan Drajat, Desa Lowayu.--(by memorandum co.id)



GRESIK – Aksi pencurian terjadi di sebuah toko di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Pelaku nekat membobol dinding toko untuk masuk ke dalam bangunan dan membawa kabur ratusan bungkus rokok serta uang tunai dengan total kerugian mencapai belasan juta rupiah.

Peristiwa tersebut diketahui oleh pemilik toko setelah mendapati kondisi tempat usahanya dalam keadaan berantakan. Saat dilakukan pemeriksaan, pemilik menemukan bagian dinding toko mengalami kerusakan yang diduga menjadi akses masuk pelaku untuk melakukan aksinya.

Pelaku diduga masuk dengan cara menjebol tembok bagian belakang toko. Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian mengambil sejumlah barang dagangan berupa rokok berbagai merek yang tersimpan di dalam toko.

Tidak hanya membawa kabur ratusan bungkus rokok, pelaku juga mengambil uang tunai yang berada di dalam toko. Akibat kejadian tersebut, pemilik mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

Aksi pencurian tersebut diduga dilakukan saat kondisi sekitar toko sedang sepi. Pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk menjalankan aksinya tanpa diketahui oleh pemilik maupun warga sekitar.

Setelah kejadian dilaporkan, petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Polisi mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan tempat perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta mencari petunjuk yang dapat mengarah kepada identitas pelaku.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal. Penggunaan sistem keamanan tambahan seperti kamera pengawas (CCTV), kunci pengaman, dan penerangan di sekitar lokasi usaha dinilai dapat membantu mencegah terjadinya pencurian.

Kasus pencurian di toko wilayah Lowayu tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Petugas terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas aksi pembobolan tersebut.(red/lis)

Tujuh Warung di Sawojajar Kota Malang Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp700 Juta


KERJA KERAS: Petugas berusaha memadamkan kebakaran di Sawojajar ((photo by radar malang)


KOTA MALANG
– Kebakaran melanda deretan warung di Jalan Danau Ranau, Kelurahan Sawojajar, Kota Malang, Jumat (24/7/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.35 WIB itu menghanguskan tujuh bangunan warung dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp700 juta.

Berdasarkan informasi di lokasi, kobaran api pertama kali terlihat berasal dari salah satu warung pecel di kawasan tersebut. Dalam waktu singkat, api membesar dan membakar bagian atap bangunan sebelum merambat ke warung-warung yang berada di sebelahnya.

Material bangunan yang mudah terbakar serta posisi warung yang berdempetan membuat api dengan cepat menjalar hingga menghanguskan tujuh unit warung.

Petugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang segera diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Sebanyak lima unit mobil pemadam dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 20 ribu liter air. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan.

"Kami membutuhkan waktu satu jam lebih hingga api berhasil dijinakkan," ujar Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan.

Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, seluruh bangunan warung yang terdampak mengalami kerusakan berat akibat dilalap api.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

Polisi belum dapat memastikan apakah kebakaran dipicu oleh kelalaian, gangguan instalasi listrik, atau faktor lainnya. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti insiden tersebut.(red/lis)

Tema HUT RI ke-81 dan Rekomendasi Lomba Kemerdekaan untuk Anak hingga Dewasa


(photo by detikjatim)


SURABAYA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum yang dinantikan masyarakat di berbagai daerah. Selain upacara bendera, berbagai kegiatan khas kemerdekaan seperti lomba 17 Agustus selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan.

Beragam perlombaan tidak hanya bertujuan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, membangun semangat gotong royong, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air. Kegiatan tersebut dapat digelar di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat keluarga, sekolah, perkantoran, hingga masyarakat umum.

Tema HUT ke-81 RI

Mengutip laman Istana Negara, peringatan HUT ke-81 RI mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Tema tersebut menggambarkan semangat bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju, inklusif, dan sejahtera.

Tema tersebut juga menjadi refleksi nilai kedaulatan rakyat sebagai dasar dalam membangun keadilan dan kemakmuran. Nilai persatuan, kebersamaan, serta keberagaman masyarakat Indonesia menjadi bagian penting dalam semangat peringatan kemerdekaan tahun ini.

Ide Lomba 17 Agustus yang Seru dan Meriah

Berikut sejumlah inspirasi lomba yang dapat dipilih untuk memeriahkan HUT ke-81 RI:

1. Lomba Makan Kerupuk

Lomba makan kerupuk menjadi salah satu permainan yang paling identik dengan perayaan 17 Agustus. Peserta harus menghabiskan kerupuk yang digantung menggunakan tali tanpa bantuan tangan. Selain menguji ketangkasan, lomba ini selalu menghadirkan suasana penuh tawa.

2. Balap Karung

Balap karung merupakan permainan tradisional yang masih banyak diminati. Peserta harus melompat menggunakan karung menuju garis finis. Permainan ini membutuhkan keseimbangan, kecepatan, dan keberanian.

3. Tarik Tambang

Tarik tambang mengandalkan kekuatan dan kekompakan tim. Dua kelompok saling menarik tali hingga salah satu tim berhasil melewati garis batas. Lomba ini menjadi simbol kerja sama dan semangat kebersamaan.

4. Estafet Kelereng

Peserta membawa kelereng menggunakan sendok menuju garis finis tanpa menjatuhkannya. Lomba ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok dan melatih fokus serta koordinasi.

5. Memasukkan Paku ke Botol

Peserta harus memasukkan paku yang diikat pada tali ke dalam botol tanpa menggunakan tangan. Permainan sederhana ini sering mengundang gelak tawa karena membutuhkan kesabaran dan ketepatan.

6. Joget Balon

Lomba ini dimainkan secara berpasangan dengan balon yang dijepit di antara peserta. Saat musik dimainkan, pasangan harus berjoget tanpa menjatuhkan balon.

7. Balap Bakiak

Balap bakiak dilakukan secara beregu menggunakan sandal kayu panjang. Seluruh anggota tim harus bergerak serempak agar dapat mencapai garis akhir dengan cepat.

8. Pecah Air

Peserta dengan mata tertutup harus memecahkan balon atau kantong berisi air berdasarkan arahan dari teman satu tim. Permainan ini cocok untuk menciptakan suasana meriah.

9. Tebak Lagu Nasional

Peserta diminta menebak judul lagu perjuangan atau melanjutkan lirik lagu nasional yang diputar panitia. Selain menghibur, lomba ini juga memperkenalkan lagu kebangsaan.

10. Susun Puzzle Pahlawan

Peserta menyusun potongan gambar tokoh pahlawan nasional dalam waktu tertentu. Lomba ini menggabungkan unsur edukasi, ketelitian, dan kecepatan berpikir.

Ide Lomba Kreatif dan Unik

Agar perayaan semakin menarik, panitia dapat menghadirkan lomba dengan konsep yang lebih modern, seperti:

  • Estafet sarung

  • Tebak gaya

  • Pindah gelas menggunakan balon

  • Estafet air spons

  • Tebak emoji kemerdekaan

  • Puzzle merah putih

  • Rebut kursi dengan lagu nasional

  • Bowling menggunakan botol bekas

Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak-anak

Perlombaan untuk anak sebaiknya mengutamakan keamanan, kesederhanaan, dan unsur edukasi. Beberapa pilihan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Makan kerupuk

  • Memindahkan bola menggunakan sendok

  • Lomba mewarnai tema kemerdekaan

  • Menggambar bendera Merah Putih

  • Fashion show pakaian adat

  • Tebak gambar pahlawan

  • Memasukkan sedotan ke botol

  • Meniup balon

  • Estafet air menggunakan gelas

  • Memindahkan bendera kecil

Ide Lomba untuk Remaja

Remaja dapat mengikuti lomba yang menggabungkan kreativitas, olahraga, dan kemampuan berpikir, seperti:

  • Futsal mini

  • Voli mini

  • Turnamen gim daring

  • Cerdas cermat kemerdekaan

  • Ranking 1

  • Kontes fotografi

  • Video kreatif bertema Indonesia

  • Lomba mural

  • Dance competition

  • Cover lagu nasional

Ide Lomba untuk Orang Dewasa

Untuk masyarakat dewasa, beberapa perlombaan yang dapat dipilih antara lain:

  • Tarik tambang

  • Panjat pinang

  • Balap karung

  • Memasak nasi goreng

  • Menghias tumpeng

  • Karaoke lagu perjuangan

  • Tebak kata

  • Domino

  • Catur

  • Lomba kebersihan lingkungan

Ide Lomba untuk Bapak-bapak

Beberapa lomba yang cocok untuk bapak-bapak:

  • Tarik tambang

  • Gaple

  • Catur

  • Memancing

  • Panjat pinang

  • Balap karung

  • Balap bakiak

  • Adu penalti

  • Tebak bola

  • Lomba merakit peralatan

Ide Lomba untuk Ibu-ibu

Ibu-ibu juga dapat ikut memeriahkan acara melalui lomba berikut:

  • Merangkai bunga

  • Menghias bekal

  • Fashion show kebaya

  • Estafet tepung

  • Memindahkan kacang menggunakan sumpit

  • Menghias nasi kuning

  • Tebak bumbu dapur

  • Senam bersama

  • Merias wajah dengan mata tertutup

  • Karaoke

Tips Menggelar Lomba 17 Agustus

Agar kegiatan berjalan lancar, panitia perlu memperhatikan beberapa hal, di antaranya:

  • Menentukan kategori peserta berdasarkan usia.

  • Menyusun jadwal perlombaan dengan rapi.

  • Menyiapkan hadiah dan penghargaan.

  • Memastikan keamanan peserta selama kegiatan.

  • Menyiapkan dokumentasi acara.

  • Menjaga kebersihan lokasi setelah kegiatan selesai.

  • Menyesuaikan jenis lomba dengan luas area dan jumlah peserta.

Perayaan HUT ke-81 RI melalui berbagai lomba menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan masyarakat. Dengan konsep kegiatan yang tepat, peringatan kemerdekaan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memperkuat nilai persatuan, gotong royong, dan semangat nasionalisme.(red/lis)

Pencairan PKH-BPNT Tahap 3 Dipantau Lewat SIKS-NG, Ini Penyebab Rekening KPM Bisa Gagal

Bansos PKH BPNT Tahap 3(photo by radar kediri)


KEDIRI
– Proses pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap ketiga tahun 2026 terus berjalan. Pemerintah melakukan pemantauan melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) untuk memastikan bantuan diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sesuai.

Berdasarkan pembaruan data per 24 Juli 2026, terdapat perkembangan dalam tahapan persiapan penyaluran, terutama pada proses verifikasi rekening penerima bantuan. Sejumlah data KPM mulai menunjukkan hasil pemeriksaan rekening, termasuk adanya status gagal verifikasi pada beberapa penerima.

PKH Tahap 3 Masih Menunggu Perkembangan

Untuk bantuan PKH tahap ketiga periode Juli, Agustus, dan September 2026, proses pencairan masih belum menunjukkan perubahan signifikan. Berdasarkan pemantauan melalui akun SIKS-NG pendamping sosial, tahapan penyaluran belum memasuki perkembangan baru yang besar.

Sebelumnya, periode salur PKH tahap ketiga sempat muncul pada menu monitoring penyaluran bansos dan menu final closing. Namun, saat dilakukan pengecekan kembali melalui menu view DTKS, sistem masih menampilkan periode salur tahap kedua.

Meski demikian, kondisi tampilan pada aplikasi SIKS-NG dapat berbeda antarwilayah karena pembaruan sistem dilakukan secara bertahap. Perbedaan tampilan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya kendala dalam proses pencairan.

BPNT Rp600 Ribu Mulai Masuk Tahap Verifikasi Rekening

Berbeda dengan PKH, perkembangan lebih terlihat pada bantuan BPNT atau Program Sembako tahap ketiga dengan nilai bantuan Rp600.000 untuk periode tiga bulan.

Sejak 23 Juli 2026, proses verifikasi dan pengecekan rekening penerima mulai berjalan. Pada menu monitoring salur bansos BPNT periode Juli hingga September 2026, mulai muncul hasil validasi data rekening, termasuk sejumlah status gagal verifikasi.

Berdasarkan pengecekan pada beberapa akun pendamping sosial, terdapat KPM yang mendapatkan keterangan gagal cek rekening. Namun, proses tersebut masih berlangsung sehingga jumlah penerima dengan status tersebut masih dapat berubah seiring pembaruan data.

Penyebab Rekening KPM Bisa Gagal Diverifikasi

Status gagal verifikasi rekening umumnya terjadi karena adanya ketidaksesuaian data antara identitas kependudukan, data perbankan penyalur, dan data yang tercatat pada Kementerian Sosial.

Beberapa penyebab yang dapat memengaruhi proses verifikasi antara lain perbedaan data identitas dengan Dukcapil, kesalahan informasi rekening, atau rekening penerima yang sudah tidak aktif.

Bagi KPM yang berhasil melewati proses verifikasi, tahapan pencairan akan berlanjut ke proses administrasi berikutnya, mulai dari penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), Surat Perintah Membayar (SPM), hingga Standing Instruction (SI).

Setelah seluruh tahapan selesai, dana bantuan akan disalurkan melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik penerima manfaat.

Dua Kemungkinan Hasil Pemeriksaan Rekening

Dalam proses pengecekan rekening, terdapat dua kemungkinan hasil yang akan diterima KPM.

1. Gagal Cek Rekening

Status ini menunjukkan adanya kendala pada validasi data. Penyebabnya dapat berupa ketidaksesuaian data identitas, rekening tidak aktif, atau perbedaan informasi antara bank dan data pemerintah.

Jika mengalami kondisi tersebut, proses pencairan dapat tertunda hingga data diperbaiki dan kembali diverifikasi.

2. Berhasil Cek Rekening

Status berhasil menunjukkan bahwa data penerima telah sesuai, rekening aktif, dan tidak ditemukan kendala administrasi. Dengan begitu, proses penyaluran bantuan dapat dilanjutkan menuju tahap pencairan.

KPM Diminta Pantau Informasi Resmi

Hingga 24 Juli 2026, proses pencairan bansos PKH dan BPNT tahap ketiga masih terus berjalan. Masuknya BPNT ke tahap verifikasi rekening menjadi salah satu tanda bahwa proses penyaluran mulai bergerak menuju tahap berikutnya.

Pemerintah mengimbau KPM untuk tetap memantau perkembangan melalui pendamping sosial resmi di wilayah masing-masing. Masyarakat juga diminta memastikan data kependudukan dan rekening tetap aktif agar tidak mengalami kendala saat bantuan disalurkan.

Dengan proses verifikasi yang dilakukan secara bertahap, pemerintah berharap bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan.(red/lis)