Labels

Breaking News

Diduga Akibat Rem Rusak, Pengendara Sepeda Tewas dalam Kecelakaan Maut di Pasuruan

photo by memorandum co.id




PASURUHAN- Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah Kota Pasuruan. Seorang pengendara sepeda angin bernama Satoli (67), warga Desa Kraton, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk tronton di Jalan Raya Gatot Subroto, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 08.10 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut melibatkan sepeda pancal yang dikendarai korban dan truk tronton flat deck bernomor polisi L 8046 UI yang dikemudikan Nur Huda (50), warga Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota, Ipda Zulkifli, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu bermula saat korban melaju dari arah timur menuju lokasi kejadian. Setibanya di jalan tersebut, korban diduga hendak berbelok ke arah selatan. Namun, saat melakukan manuver, korban tidak mampu mengendalikan laju sepedanya karena rem kendaraan yang digunakan diduga tidak berfungsi dengan baik.

Akibat kondisi tersebut, korban kehilangan kendali dan terjatuh ke sisi kiri jalan. Pada saat yang bersamaan, sebuah truk tronton yang datang dari arah barat dan juga hendak berbelok ke arah selatan melintas di lokasi kejadian.

“Korban tidak dapat menguasai laju sepeda pancalnya karena rem tidak berfungsi. Saat terjatuh ke kiri, truk tronton yang dikemudikan Nur Huda sedang melintas dan berbelok ke arah yang sama,” ujar Ipda Zulkifli.

Nahas, tubuh korban kemudian masuk ke jalur roda belakang sebelah kiri truk hingga akhirnya terlindas. Benturan dan tekanan roda kendaraan berat tersebut mengakibatkan korban mengalami luka yang sangat parah. Korban mengalami robekan serius pada bagian tubuh mulai dari pangkal paha hingga lutut kaki kanan, serta luka lecet pada bagian punggung sebelah kiri.

Karena luka yang diderita sangat fatal, Satoli dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Petugas kepolisian yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) segera melakukan proses evakuasi dan membawa jenazah korban ke Kamar Mayat RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan untuk penanganan lebih lanjut.

Usai kejadian, petugas Satlantas Polres Pasuruan Kota langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui secara pasti kronologi kecelakaan. Sementara itu, pengemudi truk tronton telah diamankan untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pengguna sepeda dan kendaraan lainnya, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum digunakan. Pemeriksaan rutin terhadap sistem pengereman dan komponen keselamatan lainnya dinilai sangat penting guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.(red/lis)

Teror Jambret Kakak-Adik di Surabaya Terbongkar! Kakak Pelaku Jambret Ditangkap

MENUNDUK: Tersangka ND (kanan) ditangkap usai adiknya diamankan karena kasus jambret di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya. photo by RADAR SURABAYA



SURABAYA- Kepolisian berhasil menangkap seorang pelaku jambret berinisial ND, warga Dupak Bandarejo, Surabaya, yang diketahui telah beraksi di sedikitnya 10 lokasi berbeda di Kota Pahlawan. ND merupakan kakak kandung dari tersangka N, pelaku penjambretan yang menyebabkan Widya Riskyanti (28), staf Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Surabaya, meninggal dunia setelah terjatuh saat menjadi korban penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa pada awal Juni lalu.

Kasubnit Jatanras Polrestabes Surabaya, Ipda Yosani Bagus Danurwenda, menjelaskan bahwa identitas ND telah dipastikan sesuai dengan data kependudukan yang dimilikinya.

“ND sesuai identitas KTP tercatat sebagai warga Dupak Bandarejo,” ujarnya, Selasa (23/6).

Penangkapan ND merupakan hasil pengembangan penyidikan terhadap tersangka N yang lebih dulu diamankan polisi. Dalam pemeriksaan, N mengaku pernah melakukan aksi penjambretan dan pencurian sepeda motor bersama kakaknya. Keterangan tersebut kemudian menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk memburu ND.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa kedua kakak beradik tersebut sudah lama berkecimpung dalam aksi kejahatan jalanan. Bahkan, ND mengaku telah melakukan penjambretan di sedikitnya 10 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda di Surabaya. Ia biasanya menjalankan aksinya pada malam hari antara pukul 22.00 hingga 23.00 WIB bersama dua rekannya yang saat ini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Saat diinterogasi oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan, ND mengakui bahwa hasil kejahatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membeli narkoba.

“Saya melakukan itu bersama teman-teman. Kadang saat tidak bekerja, hasil jambret dipakai untuk tambahan dan membeli narkoba,” ujar ND.

Tersangka juga mengaku bukan kali pertama berhadapan dengan hukum. Ia telah dua kali menjalani hukuman penjara dalam kasus serupa. Meski pernah dipenjara, hal itu tidak membuatnya jera. Ia kembali mengulangi perbuatannya dengan menyasar korban di berbagai kawasan Surabaya.

Beberapa lokasi yang diakui pernah menjadi sasaran aksinya antara lain kawasan Gelora 10 November, Tugu Pahlawan, Genteng Kali, Kalibutuh, Tanjungsari, Jalan Diponegoro, Babatan, Jalan Gundih, Jalan Indrapura, hingga Jalan Arjuno. Selain melakukan penjambretan, ND juga terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor.

Dalam pengakuannya, ia pernah bersekongkol dengan adiknya untuk mencuri motor milik seorang teman. Modus yang digunakan yakni menyiapkan kendaraan beserta kuncinya agar mudah diambil oleh sang adik dan istrinya.

“Saya sudah menyiapkan motornya. Kuncinya memang sengaja saya gantungkan. Setelah itu adik saya bersama istrinya datang dan membawa motor tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya telah lebih dulu mengungkap identitas pelaku penjambretan yang menyebabkan meninggalnya Widya Riskyanti. Tersangka N (23), warga Jalan Dupak Bandarejo, ditangkap karena berperan sebagai pengendara motor saat menjalankan aksi penjambretan bersama seorang rekannya yang masih buron.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah memepet korban yang sedang melintas di Jalan Kusuma Bangsa, tepatnya di belakang Grand City Mall Surabaya. Setelah berhasil merampas tas korban, pelaku melarikan diri. Korban yang kehilangan keseimbangan terjatuh dan mengalami cedera serius di bagian kepala.

“Korban mengalami luka berat pada kepala, sempat menjalani perawatan dalam kondisi tidak sadar, dan akhirnya meninggal dunia,” jelas Edy.

Setelah menerima laporan kejadian, Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil menangkap N di kediamannya pada 3 Juni 2026. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan saat beraksi, kartu identitas korban, kartu ATM, serta tas milik korban.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Evan Caesar Ibrahim mengungkapkan bahwa N juga merupakan residivis yang telah beberapa kali melakukan tindak kriminal. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia tercatat melakukan enam aksi penjambretan dan satu kasus pencurian kendaraan bermotor.

“Total ada tujuh aksi kejahatan yang diakuinya, terdiri dari enam kasus jambret dan satu pencurian motor. Di rumahnya kami juga menemukan empat tas yang diduga hasil kejahatan,” kata Evan.

Lokasi aksi yang pernah dilakukan N meliputi wilayah Genteng, Bubutan, Pasar Loak, Jalan Cepu, Gubeng, Osowilangun, Kalibutuh, hingga Jalan Gundih. Bahkan dalam salah satu aksinya di Jalan Cepu, ia beroperasi bersama istrinya dan berhasil membawa kabur dua telepon seluler serta sebuah tas milik korban.

Dalam pemeriksaan, N mengakui kesalahannya dan menyatakan telah dua kali menjalani hukuman penjara. Selain kasus penjambretan, ia juga pernah terlibat dalam tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.

“Saya mengakui kesalahan saya. Ini sudah yang kedua kalinya saya masuk penjara. Selain jambret, saya juga pernah mencuri motor,” kata N.(red/lis)

Penipuan Digital Makin Marak, OJK Ungkap Modus Tugas Menonton Film dan Drama China

Foto by CNNindonesia


JAKARTA-  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang. Salah satu modus terbaru yang tengah menjadi perhatian adalah penipuan berkedok tugas menonton drama China secara online yang menjanjikan keuntungan finansial kepada para korbannya.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul tingginya jumlah laporan aktivitas keuangan ilegal yang diterima OJK sepanjang tahun 2026. Modus penipuan ini memanfaatkan minat masyarakat terhadap platform streaming dan hiburan digital untuk menjaring korban dengan iming-iming komisi atau keuntungan tertentu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengungkapkan bahwa selama periode 1 Januari hingga 20 Mei 2026, OJK menerima sebanyak 17.105 pengaduan terkait entitas ilegal. Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas keuangan ilegal masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Menurut OJK, para pelaku memanfaatkan berbagai platform digital, termasuk situs streaming drama asal China, untuk menawarkan pekerjaan sederhana seperti menonton film atau memberikan ulasan dengan janji imbalan yang menggiurkan. Setelah korban tertarik, mereka biasanya diminta menyetorkan sejumlah dana atau melakukan transaksi tertentu dengan alasan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Menanggapi maraknya laporan tersebut, OJK melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus melakukan langkah penindakan. Hingga pertengahan Mei 2026, Satgas PASTI telah menghentikan operasional 951 entitas pinjaman online ilegal, delapan penawaran investasi ilegal, serta satu aktivitas keuangan ilegal lainnya yang berpotensi merugikan masyarakat.

Selain modus tugas menonton drama China, OJK juga menemukan berbagai bentuk penipuan lain yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Beberapa di antaranya adalah penipuan melalui impersonation atau penyamaran sebagai pihak resmi, penawaran investasi saham IPO palsu, pembuatan akun e-commerce yang mengharuskan korban melakukan deposit dana untuk memperoleh komisi, hingga tugas menonton iklan yang diklaim dapat menghasilkan keuntungan besar.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta mewaspadai penawaran investasi kripto dengan skema copy trading yang menjanjikan keuntungan cepat dan tinggi tanpa risiko. OJK menilai modus-modus tersebut kerap memanfaatkan kurangnya literasi keuangan masyarakat serta keinginan memperoleh pendapatan tambahan dalam waktu singkat.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen, OJK terus memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha jasa keuangan (PUJK). Dalam periode yang sama, OJK telah menjatuhkan 48 peringatan tertulis kepada 44 PUJK, lima instruksi tertulis kepada lima PUJK, serta 17 sanksi denda kepada 15 PUJK yang terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, dari aspek perilaku pelaku usaha jasa keuangan atau market conduct, OJK juga telah memberikan 17 sanksi administratif berupa peringatan tertulis dan 11 sanksi administratif berupa denda. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga dan mencegah terjadinya praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

OJK mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pengecekan terhadap legalitas suatu investasi atau layanan keuangan sebelum melakukan transaksi. Masyarakat juga diminta tidak mudah tergiur oleh tawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.

Dengan semakin beragamnya modus penipuan digital, peningkatan kewaspadaan dan literasi keuangan menjadi kunci utama agar masyarakat terhindar dari kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal.(red/lisa)

Prabowo dan Jokowi Jalin Silaturahmi di Momen Ulang Tahun ke-65

Momen Prabowo menyambut Jokowi dan SBY di acara halalbihalal di Istana Merdeka, Jumat (21/3/2026). (Dok. Biro Sekretariat Presiden) foto by detiknews



JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-65 kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, melalui media sosial pada Minggu, 21 Juni 2026. Ucapan tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi Prabowo dan menampilkan foto Jokowi mengenakan jas dengan sikap hormat.

Menanggapi perhatian tersebut, Jokowi menyampaikan rasa terima kasihnya melalui kolom komentar unggahan yang sama. Pada Senin, 22 Juni 2026, ia menuliskan pesan singkat, “Terima kasih Bapak Presiden @prabowo,” sebagai bentuk apresiasi atas ucapan yang diberikan.

Selain melalui media sosial, Prabowo juga mengirimkan rangkaian bunga anggrek berwarna ungu ke kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Dalam kartu ucapan yang menyertai rangkaian bunga tersebut, Prabowo menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi mantan presiden tersebut.

“Atas nama pribadi, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Bapak Joko Widodo,” tulis Prabowo dalam pesannya. Ia juga mendoakan agar Jokowi senantiasa diberikan umur panjang, kesehatan yang baik, perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa, serta kemudahan dalam menjalankan berbagai tugas dan pengabdian untuk bangsa dan negara.

Lebih lanjut, Prabowo berharap Jokowi beserta keluarga selalu diberikan keberkahan dan kekuatan untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Pesan tersebut ditutup dengan harapan agar Indonesia terus melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik.

Tidak hanya melalui unggahan dan karangan bunga, Prabowo juga secara langsung menghubungi Jokowi melalui sambungan telepon pada Minggu malam. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah.

Menurut Syarif, percakapan berlangsung singkat dan bersifat silaturahmi. Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Jokowi. Ia menjelaskan bahwa isi pembicaraan lainnya merupakan komunikasi pribadi antara kedua tokoh nasional tersebut dan tidak disampaikan kepada publik.

Momen tersebut menunjukkan hubungan baik yang tetap terjalin antara Prabowo dan Jokowi. Di tengah berbagai dinamika politik nasional, keduanya masih menjaga komunikasi dan saling memberikan perhatian dalam momentum-momentum penting, termasuk perayaan ulang tahun. (red/lisa)

Persik Mulai Berbenah, Suporter Tagih Prestasi dan Profesionalisme

Mochamad Syahid Nur Ichsan (kiri) dan Rachmad Tri Kuncoro (kanan). photo by radar kediri


Kediri - Persik Kediri mulai melakukan pembenahan internal sebagai bagian dari persiapan menyambut kompetisi musim mendatang. Langkah awal yang ditempuh adalah melakukan penyegaran di jajaran manajemen klub.

Manajemen menunjuk Rachmad Tri Kuncara sebagai manajer tim yang baru. Sementara itu, Mochamad Syahid Nur Ichsan yang sebelumnya mengemban tugas sebagai manajer tim kini dipercaya menempati posisi Direktur Operasional Persik Kediri.

Perubahan struktur manajemen tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk sosok Alfiat yang pernah berperan membawa Persik naik dari Liga 3 ke Liga 2. Menurutnya, penyegaran ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi perjalanan Macan Putih pada musim depan.

Ia berharap Persik mampu menunjukkan performa yang lebih kompetitif dan meraih prestasi yang lebih tinggi. Bahkan, bukan tidak mungkin klub kebanggaan masyarakat Kediri itu bisa bersaing dalam perebutan gelar juara.

Selain prestasi, Alfiat juga menaruh perhatian pada keberlangsungan eksistensi klub. Ia berharap Persik tetap bermarkas di Kediri sehingga masyarakat Kediri Raya dapat terus menyaksikan langsung perjuangan tim kesayangannya.

Harapan serupa juga disampaikan kalangan suporter. Salah seorang Persikmania, Faldio, menilai perombakan manajemen harus menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan klub.

Menurutnya, Persik perlu terus berkembang dari musim ke musim, baik dari sisi manajemen maupun capaian di lapangan. Ia berharap tim dapat melangkah lebih jauh dibanding musim-musim sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, Persik Kediri secara resmi mengumumkan perubahan susunan manajemen pada 15 Juni lalu. Dalam keterangan resminya, klub menjelaskan bahwa penunjukan Rachmad Tri Kuncara didasarkan pada rekam jejak dan kedekatannya dengan Persik dalam beberapa musim terakhir.

Manajemen menilai Kuncara memiliki pemahaman yang baik terhadap karakter klub, budaya organisasi, serta arah pengembangan yang ingin dicapai Persik Kediri ke depan.

Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina Alhaddar, menyampaikan keyakinannya bahwa pengalaman dan kemampuan adaptasi Kuncara akan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya.

Menurutnya, penyegaran di tubuh manajemen merupakan bagian dari upaya klub untuk terus berkembang secara profesional sekaligus memperkuat strategi pengelolaan demi kemajuan sepak bola Kediri.

Ia menegaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Persik Kediri dalam membangun klub yang semakin profesional dan siap menjalankan berbagai program pengembangan pada musim-musim mendatang. (red)

Dikejar Deadline 20 Juni, Proyek Sekolah Rakyat Kediri Baru Capai 87 Persen

Layout bangunan Sekolah Rakyat di Plosokidul, Plosoklaten, Kabupaten Kediri saat sudah 87%.


KEDIRI - Pemerintah pusat menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kediri tuntas pada 20 Juni mendatang. Namun hingga pertengahan Juni, progres pengerjaan proyek yang berlokasi di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten tersebut baru mencapai sekitar 87 persen.

Site Operational Manager Nindya Karya–SSPS KSO, Marantika Sugiarto, menjelaskan bahwa per 15 Juni lalu capaian fisik proyek berada di angka 87,19 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 13 persen pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.

Menurut Rama, sapaan akrabnya, upaya percepatan tidak hanya difokuskan pada penyelesaian konstruksi bangunan. Tim pelaksana juga mengebut penyempurnaan berbagai sistem pendukung agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dioperasikan setelah rampung.

Untuk mengejar target, kontraktor menambah jumlah tenaga kerja, peralatan, serta mengoptimalkan waktu pengerjaan di lapangan. Instalasi kelistrikan dan berbagai sarana penunjang lainnya menjadi prioritas dalam tahap akhir proyek.

Jumlah pekerja yang sebelumnya hanya ratusan orang kini meningkat menjadi lebih dari seribu tenaga kerja. Bahkan, dalam beberapa hari ke depan masih akan ada tambahan personel sehingga total pekerja diperkirakan mencapai sekitar 1.100 orang.

Selain penambahan tenaga kerja, pola kerja juga diubah menjadi sistem bergiliran sehingga aktivitas pembangunan dapat berlangsung hampir sepanjang hari. Dengan sistem sif tersebut, proses pengerjaan terus berjalan meski para pekerja tetap mendapatkan waktu istirahat secara bergantian.

Meski waktu yang tersedia semakin terbatas, pihak pelaksana proyek tetap yakin pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Rama menyebut sejumlah fasilitas di kawasan Sekolah Rakyat sebenarnya sudah memasuki tahap akhir dan sebagian telah dapat dimanfaatkan. Asrama siswa beserta perlengkapannya misalnya, sudah siap digunakan. Begitu pula masjid yang telah difungsikan untuk kegiatan ibadah, termasuk Salat Idul Adha dan Salat Jumat.

Sementara itu, gedung sekolah saat ini masih menjalani proses penyelesaian akhir. Struktur utama bangunan telah rampung dan pekerjaan yang tersisa didominasi tahap finishing. Kendati demikian, pihak pelaksana tetap optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sebelum batas waktu yang ditentukan. (red)

Ratusan Warga Ikuti Kirab 1 Suro di Petilasan Joyoboyo, Turis Asing Ikut Menyaksikan

Kapolres Kediri bersama Ketua DPRD ikuti perayaan tahun baru Hijriah. (photo by radar kediri)


Kediri - Kapolres Kediri, Bramastyo Priaji, menghadiri Kirab Ziarah 1 Suro di kawasan Petilasan Sri Aji Joyoboyo, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Selasa (16/6). Tradisi tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun itu kembali diikuti ratusan peserta dan tetap mampu menarik perhatian masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Tak hanya warga lokal, kegiatan budaya tersebut juga menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan secara langsung prosesi adat yang menjadi bagian dari warisan budaya Kabupaten Kediri.

Rangkaian kirab dimulai dari Balai Desa Menang menuju Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Para peserta berjalan kaki tanpa mengenakan alas sembari memakai busana adat Jawa. Sejumlah pelajar turut ambil bagian dengan membawa pusaka serta perlengkapan kirab lainnya. Setelah prosesi di area petilasan, kegiatan dilanjutkan menuju Sendang Tirto Kamandanu.

AKBP Bramastyo menilai Kirab Ziarah 1 Suro bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki peran penting sebagai media pelestarian sejarah, pendidikan, sekaligus identitas budaya daerah yang diwariskan kepada generasi penerus.

Ia menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi yang telah bertahan selama puluhan tahun menunjukkan adanya nilai luhur yang perlu dijaga bersama agar tidak terkikis oleh perubahan zaman.

Kapolres juga mengapresiasi keterlibatan para pelajar dalam prosesi kirab. Menurutnya, partisipasi langsung dalam kegiatan budaya menjadi sarana efektif bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.

Melalui pengalaman tersebut, para pelajar tidak hanya mengenal budaya dari buku atau cerita, tetapi juga dapat merasakan dan memahami makna yang terkandung di dalamnya secara langsung.

Selain Kapolres Kediri, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, unsur Forkopimcam Pagu, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, tokoh budaya, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah.

Hingga kini, Kirab Ziarah 1 Suro masih menjadi salah satu agenda budaya khas Desa Menang yang tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Kediri. (red)

© Copyright 2022 - Rekam Jejak

Add JavaScript