Tema HUT RI ke-81 dan Rekomendasi Lomba Kemerdekaan untuk Anak hingga Dewasa


(photo by detikjatim)


SURABAYA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum yang dinantikan masyarakat di berbagai daerah. Selain upacara bendera, berbagai kegiatan khas kemerdekaan seperti lomba 17 Agustus selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan.

Beragam perlombaan tidak hanya bertujuan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, membangun semangat gotong royong, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air. Kegiatan tersebut dapat digelar di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat keluarga, sekolah, perkantoran, hingga masyarakat umum.

Tema HUT ke-81 RI

Mengutip laman Istana Negara, peringatan HUT ke-81 RI mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Tema tersebut menggambarkan semangat bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju, inklusif, dan sejahtera.

Tema tersebut juga menjadi refleksi nilai kedaulatan rakyat sebagai dasar dalam membangun keadilan dan kemakmuran. Nilai persatuan, kebersamaan, serta keberagaman masyarakat Indonesia menjadi bagian penting dalam semangat peringatan kemerdekaan tahun ini.

Ide Lomba 17 Agustus yang Seru dan Meriah

Berikut sejumlah inspirasi lomba yang dapat dipilih untuk memeriahkan HUT ke-81 RI:

1. Lomba Makan Kerupuk

Lomba makan kerupuk menjadi salah satu permainan yang paling identik dengan perayaan 17 Agustus. Peserta harus menghabiskan kerupuk yang digantung menggunakan tali tanpa bantuan tangan. Selain menguji ketangkasan, lomba ini selalu menghadirkan suasana penuh tawa.

2. Balap Karung

Balap karung merupakan permainan tradisional yang masih banyak diminati. Peserta harus melompat menggunakan karung menuju garis finis. Permainan ini membutuhkan keseimbangan, kecepatan, dan keberanian.

3. Tarik Tambang

Tarik tambang mengandalkan kekuatan dan kekompakan tim. Dua kelompok saling menarik tali hingga salah satu tim berhasil melewati garis batas. Lomba ini menjadi simbol kerja sama dan semangat kebersamaan.

4. Estafet Kelereng

Peserta membawa kelereng menggunakan sendok menuju garis finis tanpa menjatuhkannya. Lomba ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok dan melatih fokus serta koordinasi.

5. Memasukkan Paku ke Botol

Peserta harus memasukkan paku yang diikat pada tali ke dalam botol tanpa menggunakan tangan. Permainan sederhana ini sering mengundang gelak tawa karena membutuhkan kesabaran dan ketepatan.

6. Joget Balon

Lomba ini dimainkan secara berpasangan dengan balon yang dijepit di antara peserta. Saat musik dimainkan, pasangan harus berjoget tanpa menjatuhkan balon.

7. Balap Bakiak

Balap bakiak dilakukan secara beregu menggunakan sandal kayu panjang. Seluruh anggota tim harus bergerak serempak agar dapat mencapai garis akhir dengan cepat.

8. Pecah Air

Peserta dengan mata tertutup harus memecahkan balon atau kantong berisi air berdasarkan arahan dari teman satu tim. Permainan ini cocok untuk menciptakan suasana meriah.

9. Tebak Lagu Nasional

Peserta diminta menebak judul lagu perjuangan atau melanjutkan lirik lagu nasional yang diputar panitia. Selain menghibur, lomba ini juga memperkenalkan lagu kebangsaan.

10. Susun Puzzle Pahlawan

Peserta menyusun potongan gambar tokoh pahlawan nasional dalam waktu tertentu. Lomba ini menggabungkan unsur edukasi, ketelitian, dan kecepatan berpikir.

Ide Lomba Kreatif dan Unik

Agar perayaan semakin menarik, panitia dapat menghadirkan lomba dengan konsep yang lebih modern, seperti:

  • Estafet sarung

  • Tebak gaya

  • Pindah gelas menggunakan balon

  • Estafet air spons

  • Tebak emoji kemerdekaan

  • Puzzle merah putih

  • Rebut kursi dengan lagu nasional

  • Bowling menggunakan botol bekas

Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak-anak

Perlombaan untuk anak sebaiknya mengutamakan keamanan, kesederhanaan, dan unsur edukasi. Beberapa pilihan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Makan kerupuk

  • Memindahkan bola menggunakan sendok

  • Lomba mewarnai tema kemerdekaan

  • Menggambar bendera Merah Putih

  • Fashion show pakaian adat

  • Tebak gambar pahlawan

  • Memasukkan sedotan ke botol

  • Meniup balon

  • Estafet air menggunakan gelas

  • Memindahkan bendera kecil

Ide Lomba untuk Remaja

Remaja dapat mengikuti lomba yang menggabungkan kreativitas, olahraga, dan kemampuan berpikir, seperti:

  • Futsal mini

  • Voli mini

  • Turnamen gim daring

  • Cerdas cermat kemerdekaan

  • Ranking 1

  • Kontes fotografi

  • Video kreatif bertema Indonesia

  • Lomba mural

  • Dance competition

  • Cover lagu nasional

Ide Lomba untuk Orang Dewasa

Untuk masyarakat dewasa, beberapa perlombaan yang dapat dipilih antara lain:

  • Tarik tambang

  • Panjat pinang

  • Balap karung

  • Memasak nasi goreng

  • Menghias tumpeng

  • Karaoke lagu perjuangan

  • Tebak kata

  • Domino

  • Catur

  • Lomba kebersihan lingkungan

Ide Lomba untuk Bapak-bapak

Beberapa lomba yang cocok untuk bapak-bapak:

  • Tarik tambang

  • Gaple

  • Catur

  • Memancing

  • Panjat pinang

  • Balap karung

  • Balap bakiak

  • Adu penalti

  • Tebak bola

  • Lomba merakit peralatan

Ide Lomba untuk Ibu-ibu

Ibu-ibu juga dapat ikut memeriahkan acara melalui lomba berikut:

  • Merangkai bunga

  • Menghias bekal

  • Fashion show kebaya

  • Estafet tepung

  • Memindahkan kacang menggunakan sumpit

  • Menghias nasi kuning

  • Tebak bumbu dapur

  • Senam bersama

  • Merias wajah dengan mata tertutup

  • Karaoke

Tips Menggelar Lomba 17 Agustus

Agar kegiatan berjalan lancar, panitia perlu memperhatikan beberapa hal, di antaranya:

  • Menentukan kategori peserta berdasarkan usia.

  • Menyusun jadwal perlombaan dengan rapi.

  • Menyiapkan hadiah dan penghargaan.

  • Memastikan keamanan peserta selama kegiatan.

  • Menyiapkan dokumentasi acara.

  • Menjaga kebersihan lokasi setelah kegiatan selesai.

  • Menyesuaikan jenis lomba dengan luas area dan jumlah peserta.

Perayaan HUT ke-81 RI melalui berbagai lomba menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan masyarakat. Dengan konsep kegiatan yang tepat, peringatan kemerdekaan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memperkuat nilai persatuan, gotong royong, dan semangat nasionalisme.(red/lis)

Pencairan PKH-BPNT Tahap 3 Dipantau Lewat SIKS-NG, Ini Penyebab Rekening KPM Bisa Gagal

Bansos PKH BPNT Tahap 3(photo by radar kediri)


KEDIRI
– Proses pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap ketiga tahun 2026 terus berjalan. Pemerintah melakukan pemantauan melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) untuk memastikan bantuan diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sesuai.

Berdasarkan pembaruan data per 24 Juli 2026, terdapat perkembangan dalam tahapan persiapan penyaluran, terutama pada proses verifikasi rekening penerima bantuan. Sejumlah data KPM mulai menunjukkan hasil pemeriksaan rekening, termasuk adanya status gagal verifikasi pada beberapa penerima.

PKH Tahap 3 Masih Menunggu Perkembangan

Untuk bantuan PKH tahap ketiga periode Juli, Agustus, dan September 2026, proses pencairan masih belum menunjukkan perubahan signifikan. Berdasarkan pemantauan melalui akun SIKS-NG pendamping sosial, tahapan penyaluran belum memasuki perkembangan baru yang besar.

Sebelumnya, periode salur PKH tahap ketiga sempat muncul pada menu monitoring penyaluran bansos dan menu final closing. Namun, saat dilakukan pengecekan kembali melalui menu view DTKS, sistem masih menampilkan periode salur tahap kedua.

Meski demikian, kondisi tampilan pada aplikasi SIKS-NG dapat berbeda antarwilayah karena pembaruan sistem dilakukan secara bertahap. Perbedaan tampilan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya kendala dalam proses pencairan.

BPNT Rp600 Ribu Mulai Masuk Tahap Verifikasi Rekening

Berbeda dengan PKH, perkembangan lebih terlihat pada bantuan BPNT atau Program Sembako tahap ketiga dengan nilai bantuan Rp600.000 untuk periode tiga bulan.

Sejak 23 Juli 2026, proses verifikasi dan pengecekan rekening penerima mulai berjalan. Pada menu monitoring salur bansos BPNT periode Juli hingga September 2026, mulai muncul hasil validasi data rekening, termasuk sejumlah status gagal verifikasi.

Berdasarkan pengecekan pada beberapa akun pendamping sosial, terdapat KPM yang mendapatkan keterangan gagal cek rekening. Namun, proses tersebut masih berlangsung sehingga jumlah penerima dengan status tersebut masih dapat berubah seiring pembaruan data.

Penyebab Rekening KPM Bisa Gagal Diverifikasi

Status gagal verifikasi rekening umumnya terjadi karena adanya ketidaksesuaian data antara identitas kependudukan, data perbankan penyalur, dan data yang tercatat pada Kementerian Sosial.

Beberapa penyebab yang dapat memengaruhi proses verifikasi antara lain perbedaan data identitas dengan Dukcapil, kesalahan informasi rekening, atau rekening penerima yang sudah tidak aktif.

Bagi KPM yang berhasil melewati proses verifikasi, tahapan pencairan akan berlanjut ke proses administrasi berikutnya, mulai dari penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), Surat Perintah Membayar (SPM), hingga Standing Instruction (SI).

Setelah seluruh tahapan selesai, dana bantuan akan disalurkan melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik penerima manfaat.

Dua Kemungkinan Hasil Pemeriksaan Rekening

Dalam proses pengecekan rekening, terdapat dua kemungkinan hasil yang akan diterima KPM.

1. Gagal Cek Rekening

Status ini menunjukkan adanya kendala pada validasi data. Penyebabnya dapat berupa ketidaksesuaian data identitas, rekening tidak aktif, atau perbedaan informasi antara bank dan data pemerintah.

Jika mengalami kondisi tersebut, proses pencairan dapat tertunda hingga data diperbaiki dan kembali diverifikasi.

2. Berhasil Cek Rekening

Status berhasil menunjukkan bahwa data penerima telah sesuai, rekening aktif, dan tidak ditemukan kendala administrasi. Dengan begitu, proses penyaluran bantuan dapat dilanjutkan menuju tahap pencairan.

KPM Diminta Pantau Informasi Resmi

Hingga 24 Juli 2026, proses pencairan bansos PKH dan BPNT tahap ketiga masih terus berjalan. Masuknya BPNT ke tahap verifikasi rekening menjadi salah satu tanda bahwa proses penyaluran mulai bergerak menuju tahap berikutnya.

Pemerintah mengimbau KPM untuk tetap memantau perkembangan melalui pendamping sosial resmi di wilayah masing-masing. Masyarakat juga diminta memastikan data kependudukan dan rekening tetap aktif agar tidak mengalami kendala saat bantuan disalurkan.

Dengan proses verifikasi yang dilakukan secara bertahap, pemerintah berharap bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan.(red/lis)

Stadion Gelora Daha Jayati Masuki Tahap Ketiga, Pemkab Bidik Jadi Home Base Persik

Stadion GDJ dipoter dengan drone(photo by radar kediri)


Kediri
– Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) Kabupaten Kediri memasuki tahapan penting. Material penutup atap mulai didatangkan ke lokasi proyek sebagai penanda dimulainya pekerjaan utama pada tahap ketiga pembangunan stadion yang ditargetkan rampung pada akhir November 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan material penutup atap telah berada di lokasi. Selanjutnya, proses pemasangan atau erection rangka atap dijadwalkan dimulai pada Agustus mendatang.

"Material untuk penutup atap sudah mulai datang. Insyaallah Agustus mulai erection rangka atap dan kami berharap akhir November tahap ketiga selesai," ujarnya.

Selain pemasangan atap, pekerjaan tahap ketiga juga meliputi pembangunan dinding penahan tanah di sisi utara stadion serta pembangunan pondasi pagar keliling. Seluruh pekerjaan tersebut ditargetkan selesai sesuai jadwal agar pembangunan dapat berlanjut ke tahap penyempurnaan.

Irwan menjelaskan, progres pembangunan sejauh ini berjalan sesuai rencana dan belum menemui kendala berarti. Kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau dinilai sangat mendukung percepatan pekerjaan konstruksi, khususnya pada bagian atap yang menjadi prioritas sebelum musim hujan tiba.

Menurutnya, penyelesaian atap lebih awal akan melindungi bagian dalam bangunan sehingga pekerjaan lanjutan dapat tetap berlangsung meski memasuki musim penghujan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kediri mulai membahas kemungkinan Stadion Gelora Daha Jayati menjadi home base Persik Kediri. Komunikasi awal dengan manajemen klub berjuluk Macan Putih itu telah dilakukan, meski masih sebatas pembahasan mengenai kebutuhan fasilitas yang harus dipenuhi agar stadion layak digunakan sebagai kandang tim Liga 1.

"Kami ingin tahu juga kebutuhan standar home base itu seperti apa," kata Irwan.

Ia menambahkan, Dinas PUPR terus berkoordinasi dengan PSSI dalam setiap tahapan pembangunan stadion. Konsultasi dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi regulasi yang berlaku, terutama terkait aspek keselamatan dan keamanan.

Menurut Irwan, PSSI memberikan perhatian besar terhadap sistem keamanan stadion. Oleh karena itu, berbagai elemen pendukung terus disesuaikan agar nantinya Stadion Gelora Daha Jayati memenuhi standar PSSI maupun FIFA sebelum digunakan untuk pertandingan resmi maupun sebagai kandang Persik Kediri.

"Penekanan dari PSSI, aspek keamanan paling penting," tegasnya.

Meski tahap ketiga ditargetkan selesai pada akhir November 2026, pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati belum sepenuhnya berakhir. Pada 2027, Pemkab Kediri masih akan melanjutkan sejumlah pekerjaan penyempurnaan, di antaranya pemasangan kursi tribun, penyelesaian interior ruang pemain di Zona A, serta peningkatan kualitas lapangan agar stadion siap digunakan untuk kompetisi sepak bola profesional.(red/lis)

Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Kandang Puyuh di Kabupaten Kediri

Petugas damkar saat lakukan penanganan (Foto Damkar Kabupaten Kediri)


Kediri
– Sebuah kandang puyuh milik Jaswadi di RT 11 RW 03, Dusun Keling, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, hangus terbakar pada Jumat (24/7) dini hari. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang memicu api hingga dengan cepat membesar dan melalap bangunan kandang.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pemilik kandang sekitar pukul 05.30 WIB. Mendapat laporan itu, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 05.32 WIB dan tiba sekitar pukul 05.42 WIB.

Petugas kemudian melakukan proses pemadaman selama kurang lebih 38 menit. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 06.20 WIB, sehingga tidak sempat merembet ke bangunan maupun fasilitas lain di sekitar lokasi.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, api diduga berasal dari korsleting pada kabel listrik yang berada di bagian atas kandang. Percikan api kemudian menyambar material kayu sebelum menjalar ke bagian atap. Kondisi bangunan yang didominasi material mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat membesar.

Dalam proses penanganan, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan satu unit armada dari Pos Pare beserta empat personel. Petugas memastikan seluruh titik api benar-benar padam agar tidak kembali memicu kebakaran.

Akibat insiden tersebut, pemilik kandang diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp25 juta. Meski demikian, upaya cepat petugas berhasil menyelamatkan aset senilai sekitar Rp700 juta sehingga kerusakan tidak meluas.

Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Ia mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan peternakan, gudang, maupun tempat usaha yang banyak menggunakan material mudah terbakar.

"Harapannya masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan peternakan atau gudang yang banyak menggunakan material mudah terbakar, guna mencegah kejadian serupa terulang," pesannya.(red/lis)

Jembatan Garuda Merah Putih Dibangun di Tarokan, Kodim Kediri Target Rampung 21 Hari


Proses pembangunan jembatan Garuda Merah Putih oleh anggota Kodim 0809 --(PHOTO BY MEMORANDUM)

KEDIRI – Komando Distrik Militer (Kodim) 0809/Kediri terus berupaya mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Kediri melalui program Bhakti TNI. Salah satu kegiatan yang tengah dilakukan yakni pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan.

Jembatan tersebut dibangun sebagai upaya membuka akses masyarakat yang selama ini terkendala keterbatasan jalur penghubung. Infrastruktur dengan panjang 35 meter dan lebar 1,5 meter itu ditargetkan rampung dalam waktu 21 hari, mulai 10 hingga 31 Juli 2026.

Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari program Bhakti TNI yang dilaksanakan melalui sinergi Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Darat. Di tingkat daerah, pelaksanaan pembangunan dipercayakan kepada Kodim sebagai satuan teritorial yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Melalui pembangunan tersebut, Kodim 0809/Kediri tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga berupaya memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Jembatan ini nantinya diharapkan mampu mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, memperlancar aktivitas harian masyarakat, serta mendukung distribusi hasil ekonomi desa.

Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah mengatakan, hingga pertengahan Juli 2026 pembangunan jembatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

"Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Kaliboto saat ini telah memasuki progres sekitar 30 persen. Ini merupakan jembatan kesembilan yang dibangun oleh Kodim 0809/Kediri melalui program Bhakti TNI. Kami optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat," ujarnya, Rabu (22/7).

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena dapat menghubungkan wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Dengan adanya akses baru, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih mudah dan cepat.

"Jembatan ini bukan sekadar menghubungkan dua wilayah, melainkan juga membuka peluang ekonomi baru, mempermudah akses pendidikan anak-anak, serta memperlancar aktivitas sosial warga," jelasnya.

Letkol Dhavid berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Kaliboto dan wilayah sekitarnya. Selain mempercepat konektivitas, jembatan itu juga diharapkan mampu mendukung perkembangan ekonomi lokal.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah. Melalui semangat gotong royong, Kodim 0809/Kediri berkomitmen menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah binaannya.(red/lis)

Kejari Kabupaten Kediri Limpahkan Tersangka Kasus Kredit Fiktif ke Tahap Penuntutan

Jaksa saat lakukan tahap dua. (Foto Kejari Kabupaten Kediri)


KEDIRI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri melanjutkan penanganan perkara dugaan korupsi kredit fiktif di salah satu bank BUMN Cabang Pare dengan melaksanakan pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II), Rabu (22/7). Dalam proses tersebut, tersangka berinisial AP resmi diserahkan dari penyidik kepada jaksa penuntut umum (JPU) untuk menjalani proses persidangan.

Usai pelimpahan, AP langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri selama 20 hari. Penahanan dilakukan sebagai bagian dari proses penuntutan sebelum berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Kediri, Wibisana Anwar, mengatakan pelaksanaan tahap II menandai bahwa proses penyidikan terhadap AP telah dinyatakan lengkap dan siap memasuki tahapan persidangan.

"Setelah tahap II, tersangka diserahkan kepada jaksa penuntut umum dan dilakukan penahanan untuk kepentingan proses penuntutan," ujarnya.

Kasus yang menjerat AP merupakan hasil pengembangan dari perkara korupsi kredit fiktif yang sebelumnya telah diputus oleh Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam perkara terdahulu, tiga terdakwa berinisial AS, OS, dan S telah dijatuhi hukuman berdasarkan putusan yang dibacakan pada 20 Februari 2026.

Dari pengembangan penyidikan, aparat penegak hukum menemukan dugaan keterlibatan AP sebagai pihak yang menikmati aliran dana hasil pencairan kredit bermasalah tersebut.

Berdasarkan hasil penyidikan, perkara bermula pada akhir 2022 ketika AP membutuhkan tambahan modal usaha. Melalui seorang relationship manager bank berinisial AS, AP kemudian diperkenalkan kepada S yang menawarkan bantuan untuk mengurus pengajuan kredit.

Namun, proses pengajuan kredit diduga dilakukan dengan menggunakan identitas pihak lain sebagai debitur. Sertifikat milik para calon debitur dijadikan jaminan, sementara seluruh dokumen pengajuan diproses oleh OS sebelum diteruskan kepada AS.

Penyidik menduga ketiga pelaku bekerja sama merekayasa data dan keterangan calon debitur agar memenuhi persyaratan administrasi sehingga fasilitas kredit dapat dicairkan.

Meski kredit atas nama pihak lain berhasil disetujui, penyidik menyebut penerima manfaat sesungguhnya adalah AP. Dana pinjaman tersebut kemudian digunakan, namun tidak dikembalikan kepada pihak bank sehingga berujung menjadi kredit bermasalah.

Berdasarkan hasil audit investigatif, penyimpangan dalam penyaluran fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Kredit Usaha Rakyat (KUR) Retail serta KMK Komersial Kecil sepanjang 2023 hingga 2024 mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Setelah proses pelimpahan tahap II, Kejari Kabupaten Kediri menerbitkan surat perintah penahanan terhadap AP. Tersangka akan menjalani masa penahanan selama 20 hari, terhitung mulai 22 Juli hingga 10 Agustus 2026, sembari menunggu pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor untuk menjalani proses persidangan.

Kejari Kabupaten Kediri menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga perkara tersebut memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara, khususnya di sektor perbankan. (red/hep)

Vinanda Pastikan Suara Anak Jadi Pertimbangan Program Pembangunan Kota Kediri


Mbak Wali Beri Arahan di Kongres Anak Kota Kediri 2026 (photo by radar kediri)


KEDIRI
– Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan komitmennya untuk melibatkan anak-anak dalam proses pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka Kongres Anak Kota Kediri 2026 yang digelar di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (14/7).

Di hadapan para peserta kongres, wali kota yang akrab disapa Mbak Wali itu menyampaikan bahwa aspirasi anak tidak hanya akan didengar, tetapi juga menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan Kota Kediri yang lebih ramah anak.

Mengusung tema Hari Anak Nasional 2026, "Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan", Vinanda mengatakan bahwa membangun masa depan bangsa tidak cukup hanya melalui penyediaan pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, setiap anak juga harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, serta memperoleh seluruh haknya secara utuh.

"Tetapi juga memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, serta mendapatkan hak-haknya secara utuh," ujarnya.

Untuk memastikan pemenuhan hak-hak tersebut berjalan dengan baik, Vinanda menilai pemerintah membutuhkan masukan secara berkala dari anak-anak. Melalui dialog langsung, pemerintah dapat mengetahui hak-hak apa saja yang telah terpenuhi maupun persoalan yang masih dihadapi anak di lingkungan sekitar.

Karena itu, Kongres Anak dinilai menjadi wadah strategis yang mempertemukan anak-anak, guru, pendamping, dan Pemerintah Kota Kediri untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda sekaligus mencari solusi bersama.

Menurut Vinanda, Kongres Anak bukan sekadar agenda rutin tahunan ataupun kegiatan seremonial. Forum tersebut merupakan ruang partisipasi bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan, harapan, dan kritik kepada pemerintah daerah.

"Karena sesungguhnya, anak bukan hanya penerima manfaat pembangunan. Anak juga merupakan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk didengar pendapatnya sebagaimana diamanatkan dalam Konvensi Hak Anak maupun peraturan perundang-undangan di Indonesia," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Vinanda juga mengajak seluruh peserta kongres untuk berani menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami selama tumbuh dan berkembang di Kota Kediri. Mulai dari kasus perundungan di lingkungan sekolah, keamanan di ruang publik, penggunaan media sosial, kesehatan mental, ketersediaan ruang bermain, kualitas lingkungan belajar, hingga berbagai isu lain yang berkaitan dengan kehidupan anak.

Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin mendengar secara langsung sudut pandang anak-anak terhadap kondisi Kota Kediri agar kebijakan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan mereka.

"Jangan takut menyampaikan pendapat. Karena tidak ada yang lebih memahami kebutuhan anak selain anak itu sendiri. Pemerintah ingin mendengar Kota Kediri dari sudut pandang anak-anak," tuturnya.

Lebih lanjut, Vinanda berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam Kongres Anak tidak berhenti sebagai bahan diskusi semata. Seluruh aspirasi tersebut, menurutnya, harus dipelajari, ditindaklanjuti, serta dijadikan salah satu referensi dalam proses penyusunan maupun evaluasi program pembangunan daerah.

Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu menciptakan Kota Kediri yang semakin ramah anak, aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang seluruh generasi muda.

"Karena memberikan ruang partisipasi kepada anak berarti menghormati hak mereka sebagai warga Kota Kediri. Anak-anak Kota Kediri berhak mendapatkan fasilitas terbaik, ruang tumbuh yang sehat, lingkungan yang aman, serta kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki," pungkasnya.(red/lis0