Tarikan Motor Matic Mulai Berat? Bisa Jadi Variator Sudah Bermasalah


(photo by radar kediri)

Motor matic menjadi pilihan utama banyak pengendara karena menawarkan kemudahan saat digunakan di berbagai kondisi jalan. Namun, tidak sedikit pemilik kendaraan yang hanya fokus melakukan penggantian oli mesin secara berkala, sementara perawatan sistem Continuously Variable Transmission (CVT), khususnya variator, masih sering terabaikan.

Padahal, variator merupakan salah satu komponen penting dalam sistem CVT yang berfungsi mengatur penyaluran tenaga mesin ke roda. Komponen ini bekerja bersama roller dan V-belt untuk menghasilkan perubahan rasio transmisi secara otomatis sehingga akselerasi motor tetap halus dan responsif.

Seiring pemakaian, permukaan variator maupun roller dapat mengalami keausan. Selain itu, debu hasil gesekan kampas kopling dan V-belt juga akan menumpuk di dalam rumah CVT. Jika tidak dibersihkan, kotoran tersebut dapat menghambat pergerakan roller sehingga perpindahan rasio menjadi kurang optimal dan performa motor mulai menurun.

Karena itu, pemeriksaan variator sebaiknya dilakukan bersamaan dengan servis CVT secara berkala. Umumnya, pemeriksaan disarankan setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer, atau mengikuti interval yang ditetapkan pabrikan. Untuk motor yang digunakan setiap hari di jalan padat, sering membawa beban berat, atau menempuh perjalanan jauh, pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat.

Saat proses servis, mekanik akan membuka rumah CVT untuk memeriksa kondisi variator, roller, V-belt, serta membersihkan seluruh debu yang menempel pada komponen transmisi. Langkah ini bertujuan menjaga seluruh bagian tetap bekerja dengan baik dan mencegah kerusakan yang lebih serius.

Ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda variator mulai bermasalah. Di antaranya tarikan motor terasa lebih berat, akselerasi melambat, muncul getaran saat motor mulai berjalan, hingga terdengar suara dengung atau gesekan dari area CVT.

Selain variator, kondisi roller juga perlu mendapat perhatian. Roller yang sudah aus, peyang, atau permukaannya tidak lagi rata dapat menghambat perubahan rasio transmisi sehingga tenaga mesin tidak tersalurkan secara maksimal ke roda belakang.

Apabila kondisi tersebut dibiarkan, beban kerja komponen lain seperti V-belt dan kopling ganda akan meningkat. Dalam jangka panjang, kerusakan dapat merembet ke bagian lain sehingga biaya perbaikan menjadi lebih besar dibandingkan jika dilakukan perawatan sejak dini.

Meski demikian, pemeriksaan berkala tidak selalu berarti harus mengganti variator. Jika hasil inspeksi menunjukkan komponen masih dalam kondisi baik, mekanik biasanya hanya melakukan pembersihan dan memastikan seluruh bagian bekerja normal. Penggantian baru dilakukan apabila ditemukan keausan, goresan, atau kerusakan yang berpotensi mengganggu kinerja sistem CVT.

Melakukan servis CVT sesuai jadwal merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga performa motor matic tetap optimal. Selain membuat akselerasi lebih responsif dan nyaman, perawatan rutin juga membantu memperpanjang usia pakai komponen transmisi sekaligus mengurangi risiko kerusakan mendadak saat kendaraan digunakan.(red/lis)

Kemensos Targetkan Bansos Tahap III Cair 20 Juli, Ini Penjelasan dan Jadwalnya

Menteri Sosial Saifullah Yusuf(photo by radar kediri)


JAKARTA
– Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler Triwulan III Tahun 2026 mulai dilakukan pada 20 Juli 2026. Sebelum pencairan dilakukan, pemerintah masih menyelesaikan proses pemutakhiran dan pembersihan (cleansing) data penerima agar bantuan tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, proses penyaluran kini menggunakan basis data terbaru yang telah diperbarui bersama pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Bansos triwulan ketiga sedang kami proses. Data terbaru dari BPS sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap cleansing. Insyaallah dalam dua sampai tiga hari selesai, sehingga paling lambat mulai 20 Juli bantuan sudah bisa disalurkan," ujarnya di Jakarta, Senin.

Data Penerima Mengalami Perubahan

Menurut Gus Ipul, penggunaan data terbaru memungkinkan terjadinya perubahan daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sebagian penerima lama tetap memperoleh bantuan, sebagian lainnya dicoret karena tidak lagi memenuhi kriteria, sementara masyarakat yang kini memenuhi syarat dapat masuk sebagai penerima baru.

Pemutakhiran data dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat RT dan RW, kemudian dibahas melalui musyawarah desa atau kelurahan. Selanjutnya data diverifikasi oleh Dinas Sosial kabupaten/kota, disahkan kepala daerah, lalu dikirim ke Kemensos sebelum diverifikasi kembali oleh BPS.

Ia mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang aktif memperbarui data masyarakat. Jawa Timur, termasuk wilayah Kediri dan sekitarnya, disebut menjadi salah satu provinsi yang paling aktif bersama Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Daerah yang paling mengetahui kondisi masyarakatnya. Karena itu, data yang dikirim dari daerah menjadi dasar penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran," katanya.

Program Bansos Tetap Berlanjut

Pada 2026 pemerintah tetap melanjutkan sejumlah program bantuan sosial, di antaranya:

  • Program Keluarga Harapan (PKH)

  • Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

  • Program Indonesia Pintar (PIP)

  • Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN)

Sementara bantuan beras 10 kilogram hanya diberikan dalam periode tertentu dan tidak disalurkan sepanjang tahun.

Mengenal BLT Kesra

Selain bansos reguler, pemerintah juga memiliki program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra). Berbeda dengan PKH maupun BPNT yang bersifat rutin, BLT Kesra merupakan bantuan tunai yang diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan tertentu sebagai stimulus bagi keluarga miskin maupun rentan miskin.

Sasaran utama program ini adalah masyarakat pada kelompok kesejahteraan terbawah atau desil rendah yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam beberapa penyaluran terakhir, nominal bantuan yang diterima mencapai sekitar Rp900 ribu, tergantung kebijakan pemerintah.

Persyaratan Penerima

Calon penerima BLT Kesra harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi dan ekonomi, antara lain:

  • Warga Negara Indonesia dengan e-KTP yang masih berlaku.

  • Terdaftar dalam DTSEN atau DTKS.

  • Memiliki data kependudukan yang sesuai dengan Dukcapil.

  • Berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.

  • Tidak memiliki anggota keluarga berstatus ASN, TNI, Polri maupun pegawai BUMN/BUMD.

  • Tidak menerima pensiun pemerintah.

  • Diprioritaskan bagi keluarga dengan kondisi rumah tidak layak huni dan keterbatasan aset.

  • Tidak menerima bantuan sejenis pada periode yang sama.

Usulan Melalui Aplikasi Cek Bansos

Masyarakat yang merasa memenuhi syarat tetapi belum terdaftar dapat mengusulkan diri melalui fitur Usul pada aplikasi Cek Bansos milik Kemensos.

Prosesnya dimulai dengan membuat akun menggunakan NIK dan nomor Kartu Keluarga, kemudian mengunggah foto KTP, swafoto bersama KTP, serta melengkapi data yang diminta. Setelah itu masyarakat dapat mengajukan usulan sebagai calon penerima bantuan dan mengunggah foto kondisi rumah sebagai bahan verifikasi.

Usulan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Sosial sebelum diputuskan apakah memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.

Penerima Berdasarkan Desil

Pemerintah menyatakan BLT Kesra diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kelompok desil satu hingga desil empat dalam DTSEN, yakni:

  • Desil 1: Masyarakat miskin ekstrem.

  • Desil 2: Masyarakat miskin.

  • Desil 3: Masyarakat hampir miskin.

  • Desil 4: Masyarakat rentan miskin atau berpenghasilan pas-pasan.

Kelompok di atas desil empat umumnya telah dikategorikan memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik sehingga bukan menjadi prioritas program.

Jadwal BPNT 2026

Untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pemerintah tetap menerapkan penyaluran setiap tiga bulan sekali atau empat tahap dalam setahun, yakni:

  • Tahap I: Januari–Maret.

  • Tahap II: April–Juni.

  • Tahap III: Juli–September.

  • Tahap IV: Oktober–Desember.

Karena pencairan dilakukan secara bertahap, pemerintah tidak menetapkan tanggal yang sama bagi seluruh daerah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau rutin mengecek status kepesertaan melalui aplikasi Cek Bansos maupun pemerintah desa atau kelurahan setempat agar memperoleh informasi penyaluran terbaru.(red/lis)

Sering Tekan Tombol Snooze Alarm? Kebiasaan Ini Bisa Bikin Tubuh Makin Lelah


ILUSTRASI menunda tombol snooze(photo by radar malang)


MALANG
– Pernah merasa sudah tidur cukup lama, tetapi tubuh tetap terasa berat dan mengantuk saat bangun? Bisa jadi penyebabnya bukan kurang tidur, melainkan kebiasaan sederhana yang sering dilakukan banyak orang, yakni menekan tombol snooze pada alarm.

Fitur snooze memang dirancang untuk memberi tambahan waktu tidur beberapa menit setelah alarm berbunyi. Biasanya jeda yang diberikan berkisar lima hingga sepuluh menit. Banyak orang memanfaatkannya dengan harapan bisa mendapatkan sedikit waktu istirahat sebelum benar-benar bangun.

Namun, tambahan waktu tidur singkat tersebut ternyata tidak selalu membuat tubuh lebih segar. Sebaliknya, kebiasaan menekan snooze berulang kali justru dapat membuat seseorang merasa lebih lelah sepanjang hari.

Saat seseorang kembali tidur setelah menekan tombol snooze, otak mulai memasuki tahapan siklus tidur baru. Masalahnya, ketika alarm kembali berbunyi beberapa menit kemudian, tubuh harus terbangun sebelum siklus tidur tersebut selesai.

Kondisi inilah yang dikenal sebagai sleep inertia, yaitu fase ketika seseorang mengalami rasa linglung, sulit fokus, pusing, dan tubuh terasa berat setelah bangun tidur.

Tidak hanya membuat sulit memulai aktivitas pagi, kebiasaan menunda alarm berkali-kali juga dapat memengaruhi ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Pola tidur yang terganggu dapat membuat kualitas istirahat menjadi kurang maksimal meski jumlah jam tidur terlihat sudah mencukupi.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat berdampak pada penurunan produktivitas, meningkatnya rasa lelah, hingga membuat tubuh semakin sulit menyesuaikan diri dengan jadwal bangun pagi.

Untuk mengurangi kebiasaan menekan snooze, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan meletakkan alarm atau ponsel jauh dari tempat tidur sehingga seseorang harus bangun dan bergerak untuk mematikannya.

Selain itu, atur alarm sesuai waktu yang benar-benar dibutuhkan untuk bangun. Hindari memasang alarm terlalu awal hanya karena ingin menyediakan waktu tambahan untuk menekan tombol snooze.

Membiasakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari juga dapat membantu tubuh memiliki pola istirahat yang lebih teratur.

Saat bangun pagi, usahakan segera mendapatkan paparan cahaya alami, misalnya dengan membuka tirai atau keluar ruangan sejenak. Sinar matahari pagi membantu tubuh mengurangi produksi hormon melatonin yang membuat rasa kantuk, sehingga tubuh lebih cepat berada dalam kondisi siap beraktivitas.

Meski hanya berupa tombol kecil di layar ponsel, kebiasaan menekan snooze ternyata dapat memberi pengaruh terhadap kualitas tidur dan kondisi tubuh sepanjang hari.

Jika ingin bangun dengan tubuh lebih segar dan siap menjalani aktivitas, mengubah kebiasaan kecil tersebut bisa menjadi salah satu langkah awal untuk memperbaiki pola tidur.(red/lis)

Inflasi Kediri Capai 0,12 Persen, BPS Sebut Harga BBM Nonsubsidi Jadi Penyebab Utama

  

Suasana SPBU ketika harga pertamax mengalami kenaikan.(photo by radar kediri)


KEDIRI – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menjadi faktor terbesar yang mendorong inflasi di Kediri sepanjang Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) mencapai 0,12 persen, dengan kelompok transportasi menjadi penyumbang utama kenaikan harga.

Kepala BPS Kediri, Emil Wahyudiono, mengatakan inflasi m-to-m pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,12 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date) mencapai 1,27 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 2,92 persen.

"Pada Juni 2026 terjadi inflasi month to month sebesar 0,12 persen. Kemudian inflasi year to date 1,27 persen dan inflasi year on year sebesar 2,92 persen," ujarnya.

Meski mengalami inflasi, angkanya masih lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 0,30 persen maupun nasional sebesar 0,44 persen.

BPS mencatat kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,25 persen setelah mengalami kenaikan harga sebesar 1,92 persen. Kondisi tersebut dipicu oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.

Dalam penyesuaian tersebut, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Turbo meningkat dari Rp19.900 menjadi Rp20.750 per liter.

Menurut Emil, kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak hanya berdampak pada biaya transportasi, tetapi juga memengaruhi kenaikan harga barang dan jasa secara umum sehingga mendorong inflasi.

Komoditas bensin sendiri memberikan andil inflasi sebesar 0,20 persen dengan kenaikan harga mencapai 3,53 persen selama Juni.

Selain BBM, sejumlah komoditas lain turut menyumbang inflasi. Bawang putih memberikan andil sebesar 0,06 persen, disusul emas perhiasan, angkutan udara, dan bawang merah yang masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen.

Emil menjelaskan kenaikan harga bawang putih tidak lepas dari faktor impor. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat harga komoditas tersebut ikut terdorong naik.

"Bawang putih merupakan komoditas impor. Jadi ketika nilai dolar naik, harga bawang putih juga ikut terpengaruh," jelasnya.

Memasuki Juli 2026, BPS mengingatkan adanya beberapa faktor yang perlu diwaspadai karena berpotensi kembali memicu inflasi. Salah satunya adalah dampak lanjutan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang masih akan dirasakan masyarakat.

Menurut Emil, kondisi geopolitik global turut memengaruhi harga minyak dunia sehingga berpotensi berdampak terhadap harga energi di dalam negeri.

Selain itu, BPS juga meminta perhatian terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, terutama daging ayam ras, telur ayam ras, serta sejumlah komoditas pokok lainnya. Faktor cuaca dan peningkatan permintaan selama Juli dinilai dapat memengaruhi distribusi maupun pasokan sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga.

"Ketersediaan stok dan kelancaran distribusi bahan pangan perlu terus dijaga karena dipengaruhi kondisi cuaca serta meningkatnya permintaan selama Juli," pungkas Emil.(red/lis)

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut di Indramayu yang Renggut 10 Nyawa

Lokasi kejadian kecelakaan di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat(photo by liputan6)


Indramayu
– Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di kawasan Kijaran, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/7/2026). Insiden yang melibatkan sebuah mobil bak terbuka dan truk Hino tersebut mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasatlantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika mobil bak terbuka yang mengangkut 17 penumpang hendak melakukan putar balik di lokasi kejadian. Seluruh penumpang diketahui baru saja menghadiri acara pernikahan dan sedang dalam perjalanan pulang.

Saat kendaraan melakukan manuver putar balik, sebuah truk Hino yang melaju dari arah yang sama diduga tidak sempat menghindar sehingga menabrak mobil bak terbuka tersebut. Benturan keras menyebabkan kendaraan yang mengangkut rombongan itu mengalami kerusakan parah dan para penumpangnya terpental.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, tujuh korban lainnya yang sebelumnya mengalami luka berat dinyatakan meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

"Di lokasi kejadian tiga orang meninggal dunia. Tujuh lainnya meninggal di rumah sakit, sehingga total korban meninggal mencapai 10 orang," ujar AKP Undang Syarif.

Selain korban jiwa, polisi mencatat masih ada dua korban yang menjalani perawatan intensif akibat mengalami luka berat. Salah satunya merupakan pengemudi mobil bak terbuka yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Enam korban lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.

Hingga kini, Satlantas Polres Indramayu masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi, memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat, serta melakukan analisis di lokasi kejadian guna memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan maut tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, memperhatikan kondisi arus kendaraan sebelum melakukan manuver seperti putar balik, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menggunakan kendaraan bak terbuka sebagai sarana mengangkut penumpang karena memiliki risiko keselamatan yang tinggi apabila terjadi kecelakaan.(red/lis)

Polsek Ngadiluwih Salurkan Bantuan Lewat Program Jumat Berbagi, Pererat Kedekatan dengan Warga

 

Saat petugas Polsek Ngadiluwih berikan bantuan sosial.(photo by radar kediri)


Kediri
– Polsek Ngadiluwih kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui program Jumat Berbagi yang rutin dilaksanakan. Pada kegiatan yang digelar di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Jumat (10/7/2026), jajaran kepolisian menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh personel Polsek Ngadiluwih. Selain menyerahkan bantuan, anggota kepolisian juga menyempatkan diri bersilaturahmi dan berdialog dengan warga untuk mendengarkan berbagai aspirasi serta kondisi yang dihadapi masyarakat.

Kapolsek Ngadiluwih, AKP Budi Winariyanto, mengatakan bahwa program Jumat Berbagi merupakan salah satu agenda rutin yang bertujuan membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

"Melalui kegiatan Jumat Berbagi ini kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat sekaligus semakin mempererat hubungan baik antara kepolisian dengan warga," ujar AKP Budi.

Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Ngadiluwih juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Warga diajak untuk bersama-sama menjaga situasi lingkungan agar tetap aman dan kondusif, meningkatkan kepedulian terhadap kondisi di sekitar, serta tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

AKP Budi menegaskan bahwa terciptanya keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara warga dan aparat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif.

Ia juga mengimbau masyarakat agar terus menjalin komunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun Polsek Ngadiluwih apabila menghadapi persoalan atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, sehingga dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

"Kami berharap masyarakat terus bersinergi dengan kepolisian. Jika ada permasalahan ataupun potensi gangguan kamtibmas, segera sampaikan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek agar dapat segera ditindaklanjuti. Dengan kebersamaan, keamanan dan ketertiban akan tetap terjaga," pungkasnya.

Melalui kegiatan sosial seperti Jumat Berbagi, Polsek Ngadiluwih berharap hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat. Selain membantu meringankan beban warga yang membutuhkan, program ini juga menjadi sarana membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Ngadiluwih.(red/lis)

Polres Bangkalan Bongkar Arisan Online Bodong, Ibu Rumah Tangga Diduga Rugikan 80 Korban Rp6 Miliar

  

Kasatreskrim, AKP Eriek Triyasworo, didampingi Kasi Humas, Ipda Agung Itama, saat menyampaikan keterangan pers.(photo by memorandum co.id)


Bangkalan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan mengungkap dugaan praktik penipuan berkedok arisan online yang beroperasi di Desa Kelayan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Seorang ibu rumah tangga berinisial F (30) diamankan setelah diduga menjadi pengelola arisan yang menyebabkan puluhan peserta mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Eriek Triyasworo mengatakan, terduga pelaku diamankan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan yang disampaikan para korban.

"Terduga pelaku berhasil diamankan setelah penyidik melakukan pendalaman terhadap laporan yang masuk dari para korban," ujar AKP Eriek, Jumat (10/7/2026).

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit telepon seluler iPhone 15 Pro Max, akun WhatsApp yang diduga digunakan untuk menjalankan operasional arisan online, serta rekening koran Bank BCA yang digunakan sebagai alat transaksi dengan para peserta.

Didampingi Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama, AKP Eriek menjelaskan bahwa tersangka diduga memanfaatkan media sosial, khususnya fitur WhatsApp Story, untuk menawarkan berbagai slot arisan online kepada masyarakat.

Melalui unggahan tersebut, F diduga menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat sehingga berhasil menarik minat banyak orang untuk bergabung sebagai peserta. Setelah mendaftar, peserta diminta mentransfer sejumlah uang sesuai nominal paket arisan yang ditawarkan.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, skema arisan tersebut diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dana yang masuk dari peserta baru justru digunakan untuk membayar pencairan beserta keuntungan milik peserta lama yang telah memasuki masa jatuh tempo.

Menurut penyidik, pola tersebut terus dilakukan secara berulang sehingga menyerupai mekanisme "gali lubang tutup lubang". Selain untuk membayar peserta lama, sebagian dana juga diduga dipakai untuk memenuhi kebutuhan pribadi serta membayar utang pelaku.

Seiring bertambahnya jumlah peserta, kewajiban pembayaran yang harus dipenuhi semakin besar hingga akhirnya arisan tidak mampu lagi membayar hak peserta yang telah jatuh tempo. Akibatnya, banyak peserta tidak menerima dana yang dijanjikan.

Hasil pendataan sementara menunjukkan sedikitnya terdapat sekitar 80 orang yang diduga menjadi korban dalam perkara tersebut. Total kerugian yang dialami para peserta diperkirakan mencapai lebih dari Rp6 miliar.

Salah seorang korban berinisial SR (32) mengaku mengalami kerugian sekitar Rp34 juta dan telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Bangkalan. Polisi menduga masih terdapat korban lain yang belum membuat laporan resmi.

Karena itu, Satreskrim Polres Bangkalan membuka kesempatan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban arisan online tersebut untuk segera melapor guna melengkapi proses penyidikan.

"Syukurlah terduga pengelola arisan online yang diduga merugikan para korban hingga miliaran rupiah telah kami amankan. Kami juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban agar segera melapor sehingga seluruh kerugian dapat didata dalam proses penyidikan," kata AKP Eriek.

Saat ini penyidik masih terus mengembangkan perkara untuk mendalami aliran dana, jumlah pasti korban, serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam pengelolaan arisan online tersebut.

Atas dugaan perbuatannya, F dipersangkakan melanggar Pasal 492 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 126 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. Ancaman hukuman tersebut dapat ditambah sepertiga apabila perbuatan dilakukan secara berulang sebagaimana hasil penyidikan sementara.(red/lis)