Labels

Breaking News

Persik Mulai Berbenah, Suporter Tagih Prestasi dan Profesionalisme

Mochamad Syahid Nur Ichsan (kiri) dan Rachmad Tri Kuncoro (kanan). photo by radar kediri


Kediri - Persik Kediri mulai melakukan pembenahan internal sebagai bagian dari persiapan menyambut kompetisi musim mendatang. Langkah awal yang ditempuh adalah melakukan penyegaran di jajaran manajemen klub.

Manajemen menunjuk Rachmad Tri Kuncara sebagai manajer tim yang baru. Sementara itu, Mochamad Syahid Nur Ichsan yang sebelumnya mengemban tugas sebagai manajer tim kini dipercaya menempati posisi Direktur Operasional Persik Kediri.

Perubahan struktur manajemen tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk sosok Alfiat yang pernah berperan membawa Persik naik dari Liga 3 ke Liga 2. Menurutnya, penyegaran ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi perjalanan Macan Putih pada musim depan.

Ia berharap Persik mampu menunjukkan performa yang lebih kompetitif dan meraih prestasi yang lebih tinggi. Bahkan, bukan tidak mungkin klub kebanggaan masyarakat Kediri itu bisa bersaing dalam perebutan gelar juara.

Selain prestasi, Alfiat juga menaruh perhatian pada keberlangsungan eksistensi klub. Ia berharap Persik tetap bermarkas di Kediri sehingga masyarakat Kediri Raya dapat terus menyaksikan langsung perjuangan tim kesayangannya.

Harapan serupa juga disampaikan kalangan suporter. Salah seorang Persikmania, Faldio, menilai perombakan manajemen harus menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan klub.

Menurutnya, Persik perlu terus berkembang dari musim ke musim, baik dari sisi manajemen maupun capaian di lapangan. Ia berharap tim dapat melangkah lebih jauh dibanding musim-musim sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, Persik Kediri secara resmi mengumumkan perubahan susunan manajemen pada 15 Juni lalu. Dalam keterangan resminya, klub menjelaskan bahwa penunjukan Rachmad Tri Kuncara didasarkan pada rekam jejak dan kedekatannya dengan Persik dalam beberapa musim terakhir.

Manajemen menilai Kuncara memiliki pemahaman yang baik terhadap karakter klub, budaya organisasi, serta arah pengembangan yang ingin dicapai Persik Kediri ke depan.

Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina Alhaddar, menyampaikan keyakinannya bahwa pengalaman dan kemampuan adaptasi Kuncara akan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya.

Menurutnya, penyegaran di tubuh manajemen merupakan bagian dari upaya klub untuk terus berkembang secara profesional sekaligus memperkuat strategi pengelolaan demi kemajuan sepak bola Kediri.

Ia menegaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Persik Kediri dalam membangun klub yang semakin profesional dan siap menjalankan berbagai program pengembangan pada musim-musim mendatang. (red)

Dikejar Deadline 20 Juni, Proyek Sekolah Rakyat Kediri Baru Capai 87 Persen

Layout bangunan Sekolah Rakyat di Plosokidul, Plosoklaten, Kabupaten Kediri saat sudah 87%.


KEDIRI - Pemerintah pusat menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kediri tuntas pada 20 Juni mendatang. Namun hingga pertengahan Juni, progres pengerjaan proyek yang berlokasi di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten tersebut baru mencapai sekitar 87 persen.

Site Operational Manager Nindya Karya–SSPS KSO, Marantika Sugiarto, menjelaskan bahwa per 15 Juni lalu capaian fisik proyek berada di angka 87,19 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 13 persen pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.

Menurut Rama, sapaan akrabnya, upaya percepatan tidak hanya difokuskan pada penyelesaian konstruksi bangunan. Tim pelaksana juga mengebut penyempurnaan berbagai sistem pendukung agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dioperasikan setelah rampung.

Untuk mengejar target, kontraktor menambah jumlah tenaga kerja, peralatan, serta mengoptimalkan waktu pengerjaan di lapangan. Instalasi kelistrikan dan berbagai sarana penunjang lainnya menjadi prioritas dalam tahap akhir proyek.

Jumlah pekerja yang sebelumnya hanya ratusan orang kini meningkat menjadi lebih dari seribu tenaga kerja. Bahkan, dalam beberapa hari ke depan masih akan ada tambahan personel sehingga total pekerja diperkirakan mencapai sekitar 1.100 orang.

Selain penambahan tenaga kerja, pola kerja juga diubah menjadi sistem bergiliran sehingga aktivitas pembangunan dapat berlangsung hampir sepanjang hari. Dengan sistem sif tersebut, proses pengerjaan terus berjalan meski para pekerja tetap mendapatkan waktu istirahat secara bergantian.

Meski waktu yang tersedia semakin terbatas, pihak pelaksana proyek tetap yakin pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Rama menyebut sejumlah fasilitas di kawasan Sekolah Rakyat sebenarnya sudah memasuki tahap akhir dan sebagian telah dapat dimanfaatkan. Asrama siswa beserta perlengkapannya misalnya, sudah siap digunakan. Begitu pula masjid yang telah difungsikan untuk kegiatan ibadah, termasuk Salat Idul Adha dan Salat Jumat.

Sementara itu, gedung sekolah saat ini masih menjalani proses penyelesaian akhir. Struktur utama bangunan telah rampung dan pekerjaan yang tersisa didominasi tahap finishing. Kendati demikian, pihak pelaksana tetap optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sebelum batas waktu yang ditentukan. (red)

Ratusan Warga Ikuti Kirab 1 Suro di Petilasan Joyoboyo, Turis Asing Ikut Menyaksikan

Kapolres Kediri bersama Ketua DPRD ikuti perayaan tahun baru Hijriah. (photo by radar kediri)


Kediri - Kapolres Kediri, Bramastyo Priaji, menghadiri Kirab Ziarah 1 Suro di kawasan Petilasan Sri Aji Joyoboyo, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Selasa (16/6). Tradisi tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun itu kembali diikuti ratusan peserta dan tetap mampu menarik perhatian masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Tak hanya warga lokal, kegiatan budaya tersebut juga menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan secara langsung prosesi adat yang menjadi bagian dari warisan budaya Kabupaten Kediri.

Rangkaian kirab dimulai dari Balai Desa Menang menuju Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Para peserta berjalan kaki tanpa mengenakan alas sembari memakai busana adat Jawa. Sejumlah pelajar turut ambil bagian dengan membawa pusaka serta perlengkapan kirab lainnya. Setelah prosesi di area petilasan, kegiatan dilanjutkan menuju Sendang Tirto Kamandanu.

AKBP Bramastyo menilai Kirab Ziarah 1 Suro bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki peran penting sebagai media pelestarian sejarah, pendidikan, sekaligus identitas budaya daerah yang diwariskan kepada generasi penerus.

Ia menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi yang telah bertahan selama puluhan tahun menunjukkan adanya nilai luhur yang perlu dijaga bersama agar tidak terkikis oleh perubahan zaman.

Kapolres juga mengapresiasi keterlibatan para pelajar dalam prosesi kirab. Menurutnya, partisipasi langsung dalam kegiatan budaya menjadi sarana efektif bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.

Melalui pengalaman tersebut, para pelajar tidak hanya mengenal budaya dari buku atau cerita, tetapi juga dapat merasakan dan memahami makna yang terkandung di dalamnya secara langsung.

Selain Kapolres Kediri, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, unsur Forkopimcam Pagu, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, tokoh budaya, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah.

Hingga kini, Kirab Ziarah 1 Suro masih menjadi salah satu agenda budaya khas Desa Menang yang tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Kediri. (red)

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Taaruf Sambut 1 Muharram di Kota Kediri

Pelajar sekolah-sekolah di Kota Kediri mengikuti pawai taaruf merayakan Tahun Baru Islam (16/6) (photo by radar kediri)


KEDIRI - Ribuan warga Kota Kediri memadati jalanan untuk mengikuti pawai taaruf dan jalan santai dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Minggu pagi. Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dari Balai Kota Kediri sekitar pukul 07.30 WIB dengan titik akhir kembali di lokasi yang sama.


Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Mbak Wali itu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar berjalan bersama mengelilingi kota. Menurutnya, pawai taaruf menjadi momentum untuk meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah.


Ia menjelaskan, makna hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga upaya untuk terus memperbaiki diri. Karena itu, momentum Tahun Baru Islam diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjadi pribadi yang lebih baik dibanding sebelumnya.


Selain itu, Mbak Wali menilai keikutsertaan peserta dari berbagai TPQ dan RA/TK mencerminkan kuatnya nilai ukhuwah islamiyah. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk saling mengenal, menjalin persaudaraan, serta menumbuhkan sikap saling membantu dan mendoakan satu sama lain.


Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana pawai berlangsung meriah. Para peserta tampil dengan beragam busana bernuansa Islami dan berbagai aksesori kreatif yang menarik perhatian masyarakat di sepanjang rute yang dilalui. Kreativitas peserta menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan Tahun Baru Islam tersebut. (red)

Setelah P-21, Nenek Tersangka Penganiayaan Balita MAM Tinggal Tunggu Sidang

 

Kejaksaan Negeri Kota Kediri menerima pelimpahan berkas Sumilah, 64, nenek MAM, balita 4 tahun asal Ngronggo yang meninggal karena dianiaya. (photo by radar kediri)


KEDIRI - Berkas perkara kasus yang menyebabkan kematiannya MAM, balita berusia 4 tahun asal Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri. Bersamaan dengan itu, tersangka Sumilah (64), yang merupakan nenek korban, juga telah diserahkan penyidiknya kepada jaksa untuk proses hukum selanjutnya.


Berdasarkan pantauan di Kejari Kota Kediri, Sumilah tiba sekitar pukul 10.00 dengan menggunakan kursi roda dan didampingi penyidik ​​Satreskrim Polres Kediri Kota serta penasihat hukumnya. Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, ia kemudian menjalani pemeriksaan oleh jaksa selama kurang lebih satu setengah jam.


Kasi Intelijen Kejari Kota Kediri Hadi Marsudiono mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut tersangka mengakui seluruh perbuatannya sebagaimana yang sebelumnya disampaikan kepada penyidik ​​kepolisian. Tersangka mengakui telah melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan kayu atau gagang sapu hingga mengenai beberapa bagian tubuh korban.


Atas perbuatannya, Sumilah dijerat Pasal 80 ayat (3), ayat (2), atau ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman yang dikenakan berupa pidana penjara maksimal 15 tahun serta denda hingga Rp 3 miliar.


Setelah proses pelimpahan tahap dua selesai, jaksa penuntut umum akan menyusun surat dakwaan sebelum perkara tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kediri untuk disidangkan. Kejari menargetkan pelimpahan perkara ke penyelesaian dilakukan sebelum awal Juli mendatang.


Sementara itu, pengacara pengacaranya, Rini Puspitasari, menyatakan kliennya menyambut baik perkembangan proses hukum tersebut karena perkara segera memasuki tahap persidangan. Pihaknya berharap kondisi kesehatan perceraian tetap terjaga sehingga proses pengampunan dapat berjalan lancar.


Selain itu, kuasa hukum juga berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan faktor usia dan kondisi kesehatan terdakwa dalam menjatuhkan hukuman di kemudian hari.


Sebelumnya, MAM ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Lingkungan Baudendo, Kelurahan Ngronggo, pada April lalu. Saat ditemukan, korban dalam kondisi telentang dengan sejumlah luka memar di tubuhnya. Selain korban, dua kakaknya juga diduga mengalami tindakan kekerasan serupa. Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan berlanjut hingga proses hukum terhadap tersangka.

Peringati Hari Bhayangkara, Polres Kediri Gelar Donor Darah Berskala Besar

  
Polres Kediri melakukan donor darah dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80. (photo by radar kediri )


KEDIRI - Kegiatan sosial yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Kediri tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari anggota Polri, TNI, Bhayangkari, peserta Latja Akpol Tingkat III, ASN, PHL, petugas keamanan, hingga masyarakat umum.


Dari 225 peserta yang menjalani pemeriksaan kesehatan, sebanyak 200 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah. Sementara itu, 25 peserta lainnya belum dapat berpartisipasi karena kondisi kesehatan yang tidak memenuhi ketentuan donor.


Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, donor darah merupakan salah satu agenda bakti sosial yang rutin digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah yang terus dibutuhkan oleh rumah sakit maupun PMI.


Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi momentum seremonial bagi institusi kepolisian, tetapi juga sarana untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Selain melibatkan personel Polres Kediri dan jajaran Polsek, kegiatan donor darah juga mendapat dukungan dari berbagai instansi dan unsur masyarakat yang selama ini menjadi mitra kepolisian.


Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri berharap darah yang berhasil dihimpun dapat membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. (red)

Kemarau Mengancam, Petani Bengkoang di Kediri Perkuat Perawatan Tanaman

  

Polisi saat meredam petani di Kayenkidul. (photo by radar kediri)


KEDIRI - Ketersediaan udara menjadi perhatian utama petani bengkoang saat memasuki musim kemarau. Berkurangnya curah hujan membuat petani harus lebih rutin melakukan penyiraman dan perawatan agar tanaman tetap tumbuh optimal hingga masa panen.


Kegiatan tersebut terlihat di lahan bengkoang yang berada di Dusun Tangkilan Kidul, Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Dalam aktivitas tersebut, petani mendapat pendampingan dari Bhabinkamtibmas Desa Padangan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan.


Selain membantu proses perawatan tanaman, petugas juga berdiskusi dengan para petani mengenai kondisi tanaman dan berbagai langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga pertumbuhan bengkoang selama musim kering berlangsung.


Kecukupan pasokan udara dinilai sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap pembentukan umbi serta kualitas hasil panen yang akan diperoleh petani.


Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kapolsek Pagu AKP Kalis Joewasono mengatakan, keberhasilan budidaya pertanian tidak lepas dari perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal masa tanam. Pendampingan yang diberikan diharapkan dapat menambah semangat petani dalam menjaga kondisi tanaman sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.


Menurutnya, keterlibatan kepolisian di sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap upaya meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat. Kehadiran petugas di lapangan juga menjadi sarana untuk menyerap informasi dan mengetahui kendala yang dihadapi petani secara langsung.


Melalui perawatan yang dilakukan secara rutin dan pengelolaan yang baik, tanaman bengkoang diharapkan mampu tumbuh maksimal serta menghasilkan panen yang berkualitas, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan berbasis potensi pertanian lokal. (red)

© Copyright 2022 - Rekam Jejak

Add JavaScript