ESDM: Pasokan Batu Bara Pembangkit PLN Terkendali, Ekspor Sudah Kembali Normal

Kapal tongkang pengangkut batu bara lepas jangkar di Perairan Bojonegara, Serang, Banten.Photo by liputan6.com


JAKARTA- Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan batu bara bagi pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) dalam kondisi aman. Kepastian tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi di tengah tingginya kebutuhan listrik di berbagai daerah.

Sebagai bentuk antisipasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya sempat melakukan penyesuaian sementara terhadap ekspor batu bara dengan spesifikasi tertentu. Kebijakan itu ditempuh agar kebutuhan batu bara dalam negeri, khususnya untuk pembangkit listrik PLN, tetap terpenuhi sesuai standar kualitas yang dibutuhkan.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari fungsi pemerintah sebagai regulator dalam memastikan prioritas pasokan energi nasional tetap terjaga.

"Hingga saat ini pemerintah telah mengamankan sekitar 141 juta metrik ton (MT) batu bara atau sekitar 91,6 persen dari total kebutuhan PLN sepanjang tahun 2026 yang diperkirakan mencapai 154 juta MT," ujar Anggia di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, pembatasan ekspor hanya bersifat sementara dan dilakukan berdasarkan kondisi pasokan domestik serta kebutuhan operasional pembangkit listrik PLN. Setelah pasokan dalam negeri kembali stabil, aktivitas ekspor batu bara kini telah berjalan normal tanpa adanya pembatasan khusus.

"Langkah ini diambil sebagai bagian dari fungsi pengawasan Kementerian ESDM sebagai regulator. Seiring membaiknya kondisi pasokan dalam negeri, kegiatan ekspor batu bara kini telah kembali berjalan normal," katanya.

Dengan kondisi pasokan yang dinilai telah mencukupi, pemerintah memastikan pelaku usaha pertambangan dapat kembali menjalankan aktivitas ekspor sesuai ketentuan yang berlaku tanpa mengganggu kebutuhan energi nasional.

Pengawasan Pasokan Batu Bara Diperkuat

Selain menjamin ketersediaan batu bara, pemerintah juga memperkuat pengawasan terhadap proses pengadaan energi primer untuk pembangkit PLN. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi guna mencegah terulangnya potensi gangguan pasokan listrik akibat keterlambatan distribusi bahan bakar pembangkit.

Pengawasan tersebut akan dilakukan secara terpadu oleh tim yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), serta PT PLN (Persero).

Menurut Anggia, sinergi antarinstansi tersebut bertujuan memastikan seluruh perusahaan tambang menjalankan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO), yakni kewajiban memasok sebagian produksi batu bara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Langkah pengawasan yang dilakukan oleh tim dari BPKP, Kementerian ESDM, dan PLN bertujuan memastikan kewajiban DMO dilaksanakan sebagaimana mestinya sehingga pasokan batu bara bagi pembangkit tenaga listrik tetap terjamin," jelasnya.

Fokus pada Penegakan Aturan yang Sudah Berlaku

Kementerian ESDM menegaskan pemerintah tidak berencana menerbitkan regulasi baru terkait pembatasan ekspor batu bara. Sebaliknya, pemerintah memilih memperkuat implementasi serta penegakan regulasi yang telah ada agar pelaksanaan kewajiban DMO berjalan lebih efektif.

Menurut Anggia, kerangka hukum mengenai pemenuhan kebutuhan batu bara domestik sudah cukup kuat sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaannya.

Salah satu dasar hukum yang menjadi acuan adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Regulasi tersebut mengatur kewajiban perusahaan pertambangan untuk memenuhi kebutuhan batu bara dalam negeri melalui mekanisme Domestic Market Obligation (DMO) sebelum melakukan ekspor.

Melalui penguatan pengawasan tersebut, pemerintah berharap ketersediaan energi primer bagi pembangkit listrik PLN tetap terjamin sepanjang tahun. Dengan pasokan batu bara yang aman, keandalan sistem kelistrikan nasional dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat maupun sektor industri tidak terganggu oleh potensi krisis pasokan energi.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi nasional dan keberlangsungan ekspor batu bara. Dengan demikian, sektor pertambangan tetap mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional tanpa mengorbankan keamanan pasokan energi di dalam negeri.(red/lis)

Amanda Manopo Datangi Polisi, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Berkaitan dengan Pekerjaa


Photo by Radar Kediri




 JAKARTA SELATAN- Aktris Amanda Manopo mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (26/6/2026) sore bersama sang suami, Kenny Austin, serta kuasa hukumnya, Sandy Arifin. Kedatangan mereka bertujuan untuk memenuhi panggilan penyidik sekaligus melakukan konsultasi hukum terkait dugaan pemalsuan tanda tangan yang diduga menyeret nama Amanda.

Menurut Sandy Arifin, pihaknya masih belum dapat membeberkan secara rinci kronologi maupun pihak yang diduga terlibat. Saat ini, mereka memilih berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyidik sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.

"Baru mau konsultasi terkait adanya dugaan pemalsuan tanda tangan. Kami belum bisa menyampaikan secara detail sekarang karena masih dalam tahap konsultasi. Kalau nanti semuanya sudah jelas dan dokumen-dokumennya sudah lengkap, baru akan kami sampaikan kepada publik," ujar Sandy Arifin kepada awak media di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (26/6).

Sandy menjelaskan bahwa dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut berkaitan dengan dokumen yang berhubungan dengan aktivitas pekerjaan Amanda Manopo. Selain persoalan tersebut, pihaknya juga menemukan dugaan tindak pidana lain yang diduga turut merugikan kliennya.

"Selain menyangkut pekerjaan, ada juga dugaan pencemaran nama baik dan laporan keuangan yang masih belum jelas. Untuk siapa terduga pelakunya, itu yang saat ini masih kami dalami dan diskusikan," jelasnya.

Amanda Manopo sendiri memilih untuk tidak memberikan penjelasan panjang kepada awak media. Ia menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah berkonsultasi dengan penyidik sebelum menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik.

Sementara itu, Kenny Austin yang hadir mengenakan kaus hitam tampak setia mendampingi sang istri. Ia memilih irit bicara dan menyerahkan seluruh penjelasan kepada kuasa hukum Amanda. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk dukungan moral di tengah persoalan hukum yang sedang dihadapi istrinya.

"Pokoknya nanti saja kita ceritakan ya. Lebih baik sekarang kita ke atas dulu," kata Amanda singkat sebelum memasuki gedung Polres Metro Jakarta Selatan.(red/lis)

Harga Pupuk Turun 20%, Keuntungan Petani Meningkat Pesat

  

Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.photo by liputan6.com





JAKARTA- Kebijakan pemerintah memangkas harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai memberikan dampak positif yang nyata, tidak hanya dirasakan oleh para petani di Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Penyesuaian harga ini terbukti mampu menekan biaya pengelolaan usaha tani, sekaligus meningkatkan pendapatan dan taraf kesejahteraan para petani secara keseluruhan.

Manfaat kebijakan ini langsung diakui oleh Yogi, seorang petani padi dan kelapa sawit dari Aceh yang turut hadir dalam acara Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Gorontalo. Menurutnya, penurunan harga pupuk menjadi salah satu langkah kebijakan yang paling terasa dampaknya di lapangan. “Mengenai pupuk, ini sungguh kemajuan yang sangat baik. Baru kali ini dalam sejarah pemerintahan, harga pupuk bisa turun hingga 20 persen. Jika sebelumnya pupuk Urea dijual sekitar Rp 150 ribu per karung, kini harganya hanya berkisar di angka Rp 90 ribu. Ini adalah perubahan yang sangat menguntungkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa berkurangnya biaya pembelian pupuk membuat pengeluaran produksi menjadi lebih ringan, sehingga keuntungan yang didapatkan pun menjadi lebih besar. “Para petani sangat terbantu kali ini. Atas nama petani di Aceh, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden,” tambahnya.
Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Abdul Latif, petani dari Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Bagi pelaku usaha tani di wilayah perbatasan seperti dirinya, kebijakan ini memberikan bantuan yang sangat berarti. “Selama bertahun-tahun harga pupuk selalu terasa mahal. Kini dengan adanya potongan subsidi sekitar 20 persen, kami para petani kecil sangat terbantu dengan program yang digagas oleh Bapak Prabowo dan dijalankan secara langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman,” jelasnya.
Kesan mendalam juga datang dari Nurkholis, petani asal Berau, Kalimantan Timur. Ia bahkan menyebutkan bahwa penurunan harga pupuk adalah peristiwa bersejarah yang belum pernah ia alami sebelumnya. “Sejak saya kecil, melihat ayah saya bertani hingga sekarang, harga pupuk selalu cenderung naik, tidak pernah turun. Sekarang justru berbalik: harga pupuk menjadi lebih murah, sementara harga gabah dan jagung di pasar mengalami kenaikan. Selain itu, hasil panen kami juga diserap dengan baik oleh Badan Urusan Logistik (BULOG),” ungkapnya. Menurutnya, gabungan dari ketiga kondisi ini memberikan dampak yang sangat terasa bagi perekonomian warga di daerahnya. “Perubahannya sangat nyata. Sekarang rata-rata petani di Berau sudah mampu memiliki kendaraan pribadi, termasuk saya sendiri. Alhamdulillah, ini bukti nyata bahwa kesejahteraan petani semakin membaik,” katanya.
Dampak positif serupa juga dirasakan oleh Anandi Sari, petani dari Kabupaten Serang, Banten. Ia merasakan bahwa biaya produksinya menjadi lebih ringan dan hasil usahanya pun lebih menguntungkan. Meski demikian, ia berharap agar penyebaran dan ketersediaan pupuk bersubsidi dapat diperluas hingga ke tingkat desa, sehingga petani tidak perlu menempuh jarak jauh dan mengeluarkan biaya transportasi tambahan untuk mendapatkan pupuk yang dibutuhkan.
Kondisi membaiknya kesejahteraan petani ini juga terlihat dari data statistik resmi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada bulan Mei 2026 mencapai angka 127,73, atau naik sebesar 1,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga tercatat meningkat menjadi 132,84, naik sekitar 1,95 persen. Angka-angka ini menandakan bahwa daya beli dan kemampuan usaha petani semakin membaik.
Pada puncak acara PENAS XVII di Gorontalo, tepatnya pada Rabu, 24 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen pemerintahnya. Ia menyatakan bahwa para petani harus menjadi kelompok yang paling merasakan manfaat dari setiap pembangunan yang dilakukan di sektor pertanian. “Saudara-saudara sekalian adalah penghasil pangan bagi negeri ini. Tanpa ketersediaan pangan yang cukup, sebuah negara tidak akan bisa berdiri kokoh. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kami memastikan petani dapat hidup layak, sejahtera, dan mendapatkan hasil yang setimpal atas kerja keras mereka,” tegasnya di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan yang hadir dari seluruh penjuru Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada kepentingan petani, dan penurunan harga pupuk bersubsidi menjadi salah satu langkah terobosan yang kini dampaknya dirasakan secara langsung dan diakui oleh para petani, mulai dari Aceh hingga wilayah Kalimantan.(red/lis)

Peserta SPPI Asal Kedungpring Lamongan Wafat Saat Latihan Dasar Militer di Balikpapan

Peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Balikpapan, Kalimantan Timur.--photo by memorandum co.id




LAMONGAN – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Lamongan. Salah satu putri terbaik daerah tersebut, Anisa Muyassaroh, peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) asal Kecamatan Kedungpring, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Almarhumah merupakan peserta program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebagai bagian dari pembekalan bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam program tersebut, para peserta dibekali berbagai kemampuan kepemimpinan, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan sebelum nantinya mengemban tugas di daerah masing-masing.

Berdasarkan informasi yang beredar, Anisa diduga mengalami heat stroke saat menjalani rangkaian latihan. Ia sempat mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan satuan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Namun, meski telah mendapat perawatan intensif, nyawa almarhumah tidak berhasil diselamatkan.

Komandan Kodim (Dandim) 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, membenarkan bahwa korban merupakan warga Kabupaten Lamongan. Meski demikian, pihaknya belum menerima kronologi lengkap mengenai insiden yang terjadi di lokasi latihan.

"Kejadiannya di Kalimantan. Untuk kronologi secara detail kami belum mengetahui secara pasti. Namun, Kodim 0812 Lamongan memberikan perhatian penuh kepada keluarga almarhumah, termasuk membantu proses pemulangan jenazah hingga pelaksanaan pemakaman," ujar Deni, Kamis malam (25/6).

Kepergian Anisa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, maupun rekan-rekannya di lingkungan SPPI. Sosoknya dikenal memiliki semangat tinggi untuk mengabdi kepada bangsa melalui pembangunan desa. Dedikasinya mengikuti program SPPI sebagai persiapan menjadi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bukti komitmennya dalam ikut memajukan masyarakat.

Kepergian Anisa menjadi kehilangan besar bagi Kabupaten Lamongan. Semangat pengabdian, kerja keras, dan cita-citanya untuk membangun desa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda agar terus berkontribusi bagi bangsa dan negara. Nama dan pengabdiannya akan selalu dikenang sebagai teladan dalam mengabdi untuk Indonesia.(red/lis)

Ngaku ASN Pemprov Jatim, Dua Pria di Malang Tipu 227 Warga Lewat Program UMKM Bodong.

  

Pelaku penipuan menyaru ajudan Gubernur Jatim



MALANG - Dua pria asal Kota Malang berhasil mengelabui perangkat desa dan ratusan warga dengan berpura-pura menjadi aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dengan memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah, keduanya menawarkan program pemberdayaan UMKM yang diklaim memberikan berbagai kemudahan, mulai dari perizinan usaha hingga bantuan pemerintah. Akibat aksi tersebut, ratusan warga menjadi korban dengan total kerugian puluhan juta rupiah.

Kedua pelaku diketahui bernama Heri Cahyono (40) dan Bayu Suryo (28). Dalam menjalankan aksinya, Bayu mengaku sebagai ajudan Gubernur Jawa Timur, sedangkan Heri memperkenalkan diri sebagai pegawai Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur. Bahkan, untuk semakin meyakinkan calon korban, Heri juga mengklaim dirinya sebagai direktur sebuah badan usaha milik daerah (BUMD), sementara Bayu disebut sebagai komisaris perusahaan tersebut.

Menurut keterangan pihak kepolisian, modus yang digunakan cukup terstruktur. Keduanya mendatangi sejumlah desa di Kabupaten Malang dan menawarkan sosialisasi program UMKM berbasis koperasi desa atau Kopdes. Program tersebut diklaim memiliki afiliasi dengan sebuah perusahaan yang disebut sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam setiap sosialisasi, para pelaku menjanjikan berbagai keuntungan bagi warga yang bersedia bergabung. Mereka menyebut anggota koperasi akan memperoleh kemudahan dalam mengurus perizinan usaha, akses bantuan pemerintah, hingga berbagai bentuk keringanan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Iming-iming tersebut membuat banyak warga tertarik untuk mendaftar.

Sejumlah desa yang sempat menjadi sasaran aksi mereka antara lain Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang; Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak; dan Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran. Untuk memperkuat penyamaran, keduanya kerap mengenakan pakaian dinas ASN sesuai hari kerja, mulai dari seragam batik hingga pakaian berwarna khaki yang identik dengan pegawai pemerintahan.

Tak hanya itu, Bayu juga diduga membuat surat tugas palsu yang mengatasnamakan pemerintah provinsi. Surat tersebut diketik menggunakan telepon genggam dan kemudian digunakan sebagai alat untuk meyakinkan perangkat desa bahwa kegiatan yang mereka lakukan merupakan program resmi pemerintah. Berbekal dokumen tersebut, mereka berhasil memperoleh kepercayaan dari sedikitnya tiga pemerintah desa.

Setelah warga tertarik mengikuti program tersebut, para pelaku mulai melakukan penarikan dana dengan alasan iuran keanggotaan koperasi. Setiap peserta diminta membayar Rp100 ribu sebagai iuran bulanan. Di Desa Sumberporong saja, tercatat sebanyak 227 orang telah terdaftar dan menyerahkan uang. Total kerugian yang dialami warga mencapai Rp22,7 juta. Menariknya, sebagian besar dana tersebut bahkan sempat ditanggung terlebih dahulu oleh kepala desa untuk sekitar 200 warga, sedangkan 27 orang lainnya membayar langsung kepada pelaku.

Kecurigaan terhadap aktivitas kedua pria tersebut mulai muncul dari sejumlah pihak, termasuk anggota Desa Wisata yang berada di wilayah yang mereka kunjungi. Mereka menilai terdapat kejanggalan pada surat dan dokumen yang dibawa pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bahwa format surat dinas yang digunakan tidak sesuai dengan standar administrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, terdapat dugaan pemalsuan tanda tangan pejabat dalam dokumen tersebut.

Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan instansi terkait juga mengungkap bahwa perusahaan yang disebut-sebut sebagai mitra pemerintah ternyata tidak terdaftar secara resmi dan diduga merupakan perusahaan fiktif. Verifikasi terhadap data kepegawaian pun memastikan bahwa Heri dan Bayu bukan ASN maupun pejabat yang memiliki hubungan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Malang juga mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan ataupun tembusan terkait kegiatan sosialisasi yang mereka selenggarakan.

Aksi penipuan tersebut akhirnya terhenti saat keduanya kembali menggelar sosialisasi di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, pada Senin (22/6). Tim yang telah memperoleh informasi mengenai dugaan penipuan langsung mendatangi lokasi kegiatan dan melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku. Ketika diminta menunjukkan legalitas perusahaan serta dokumen pendukung lainnya, keduanya tidak mampu memberikan bukti yang sah.

Polres Malang kemudian mengamankan Heri dan Bayu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 492 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru tentang tindak pidana penipuan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun lokasi lain yang pernah menjadi sasaran aksi serupa.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk lebih berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan instansi pemerintah atau menawarkan program bantuan dengan imbalan sejumlah uang. Verifikasi dokumen, identitas petugas, serta koordinasi dengan instansi terkait menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya praktik penipuan berkedok program pemerintah.(red/lis)

Gajah Indra, Ikon Konservasi Way Kambas, Mati Setelah Bertahun-tahun Melawan Cedera

Gajah Indra, gajah jinak jantan yang selama puluhan tahun menjadi andalan konservasi Gajah Sumatera, mati setelah berjuang melawan cedera serius yang dideritanya sejak 2017. photo by Liputan6.com


 LAMPUNG- Kabar duka menyelimuti dunia konservasi satwa Indonesia. Salah satu gajah jinak paling berpengalaman di Taman Nasional Way Kambas, yaitu Gajah Indra, dilaporkan mati setelah bertahun-tahun berjuang melawan dampak cedera serius yang dialaminya sejak 2017. Kepergian gajah jantan berusia 42 tahun ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi para pengelola taman nasional, tetapi juga bagi upaya pelestarian Gajah Sumatera di Indonesia.

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi, menyampaikan bahwa Indra merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam sejarah konservasi Gajah Sumatera. Selama puluhan tahun, Indra tidak hanya menjadi satwa binaan, tetapi juga menjadi mitra kerja yang membantu berbagai kegiatan perlindungan dan penyelamatan satwa liar.

Indra mulai bergabung dengan Pusat Latihan Gajah Way Kambas pada tahun 1995. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai gajah terlatih yang andal dan sering dilibatkan dalam berbagai tugas lapangan. Perannya mencakup patroli kawasan hutan, membantu evakuasi gajah liar yang memasuki permukiman warga, hingga mendukung upaya mitigasi konflik antara manusia dan satwa yang kerap terjadi di sejumlah wilayah di Lampung.

Namun, perjalanan panjang pengabdiannya mengalami titik balik pada akhir 2017. Saat itu, kendaraan yang mengangkut Indra usai menjalankan tugas penanganan konflik satwa di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan mengalami kecelakaan lalu lintas. Insiden tersebut menyebabkan Indra mengalami cedera serius yang diduga terjadi pada bagian tulang belakang.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa cedera tersebut berdampak signifikan terhadap kemampuan gerak dan kondisi fisiknya. Sejak kecelakaan itu, Indra tidak lagi ditugaskan ke lapangan dan resmi dipensiunkan dari seluruh aktivitas operasional. Tim dokter hewan kemudian memberikan perawatan intensif, terapi rutin, serta pemantauan kesehatan secara berkala untuk menjaga kualitas hidupnya.

Meski mendapatkan perhatian dan penanganan terbaik, kondisi fisik Indra terus mengalami penurunan seiring bertambahnya usia dan dampak jangka panjang dari cedera yang dideritanya. Puncak kondisi kritis terjadi pada Minggu sore, 21 Juni 2026. Setelah menjalani aktivitas mandi rutin di area rawa, Indra tiba-tiba ambruk ketika hendak kembali ke kandangnya dan tidak mampu berdiri kembali.

Tim penyelamat yang terdiri dari dokter hewan, mahout, serta sejumlah gajah jinak lainnya segera berupaya memberikan pertolongan. Berbagai langkah dilakukan untuk membantu Indra bangkit dan mempertahankan kondisinya. Namun, setelah bertahan selama lebih dari 20 jam dalam keadaan kritis, Indra akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin, 22 Juni 2026, pukul 11.06 WIB.

Untuk memastikan penyebab pasti kematiannya, pihak Balai TNWK melakukan nekropsi atau bedah bangkai yang disaksikan oleh unsur kepolisian, TNI, dan Polisi Kehutanan. Sejumlah sampel organ diambil untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium guna memperoleh hasil yang lebih akurat terkait kondisi kesehatan Indra sebelum meninggal.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdiannya, jenazah Gajah Indra dimakamkan di area khusus yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas. Kepergian Indra meninggalkan duka mendalam bagi para mahout, dokter hewan, serta seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam upaya pelestarian Gajah Sumatera. Dedikasi dan kontribusinya selama lebih dari tiga dekade akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah konservasi satwa liar Indonesia.(red/lis)

Terekam CCTV Saat Bobol Kotak Amal Masjid, Pemuda Asal Rejotangan Ditangkap Polisi.

Pelaku MWM setelah diamankan polisi.-photo by memorandum co id




TULUNGAGUNG- Seorang pemuda berinisial MWM (32), warga Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga melakukan pencurian uang kotak amal di Masjid Al Falah, Desa Joho, Kecamatan Kalidawir.

Pelaku berhasil diamankan oleh Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kalidawir setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan dari pengurus masjid. Kasus tersebut terungkap setelah pengurus mendapati kotak amal dalam kondisi rusak dan diduga telah dibongkar oleh seseorang.

Kapolsek Kalidawir, Iptu Bambang Kurniawan, menjelaskan bahwa laporan dari pihak masjid segera ditindaklanjuti dengan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area masjid.

"Dari hasil analisis rekaman CCTV, wajah serta aktivitas pelaku terekam cukup jelas sehingga memudahkan proses identifikasi dan penangkapan," ujar Iptu Bambang Kurniawan, Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi pencurian tersebut terjadi pada Senin (15/6/2026) usai salat Subuh. Pelaku diduga memanfaatkan kondisi lingkungan masjid yang masih sepi untuk melancarkan aksinya. Dengan menggunakan sebilah pisau yang telah dipersiapkan dari rumah, ia mencungkil dan merusak kotak amal sebelum mengambil seluruh uang yang berada di dalamnya.

Saat menjalani pemeriksaan, MWM akhirnya mengakui perbuatannya. Kepada penyidik, ia mengaku sengaja memilih lokasi ibadah yang minim aktivitas warga pada waktu tertentu agar aksinya tidak diketahui.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai sebesar Rp715 ribu yang diduga merupakan hasil pencurian, satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan sebagai sarana menuju lokasi, serta sebilah pisau yang dipakai untuk merusak kotak amal.

Selain dijerat kasus pencurian, pelaku juga harus mempertanggungjawabkan kepemilikan senjata tajam yang dibawanya tanpa hak. Polisi menilai pisau tersebut tidak hanya digunakan sebagai alat untuk membobol kotak amal, tetapi juga memenuhi unsur pelanggaran hukum terkait kepemilikan senjata tajam tanpa izin.

Atas perbuatannya, MWM dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian yang disertai perusakan. Ia juga dikenakan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam tanpa hak.

Kapolsek Kalidawir mengimbau seluruh pengurus tempat ibadah maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal serupa. Menurutnya, pemasangan dan pemanfaatan CCTV secara optimal, serta penguatan sistem keamanan lingkungan, dapat menjadi langkah efektif untuk mencegah aksi pencurian yang menyasar fasilitas umum dan tempat ibadah.

"Kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti," pungkasnya.(red/lis)