Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini, Polsek Kepung Beri Pembinaan Kamtibmas kepada Pelajar

 
kapolsek Kepung AKP Rudi Darmawan yang sedang memberikan pemahaman kepada para murid MI Nabatul Ulum mengenai kedisiplinan dan kesadaran hukum(photo by radar kediri)


KEDIRI,
– Polsek Kepung terus memperkuat upaya pembinaan karakter generasi muda melalui edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kali ini, pembinaan diberikan kepada siswa-siswi MI Nabatul Ulum di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Sabtu (18/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Kepung AKP Rudi Darmawan mengajak para pelajar membangun kebiasaan positif sejak usia dini. Mulai dari menghormati guru dan orang tua, menjaga kedisiplinan, hingga menaati aturan baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain pembentukan karakter, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak. AKP Rudi menekankan pentingnya bersikap cerdas dalam menerima informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun terlibat dalam penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kami mengajak seluruh siswa untuk menggunakan media sosial dengan bijak, menjaga sopan santun dalam berkomunikasi, serta tidak mudah percaya ataupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya," ujar AKP Rudi.

Materi pembinaan juga mencakup pentingnya memahami aturan berlalu lintas. Meski para siswa belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor, pengetahuan mengenai keselamatan di jalan dinilai perlu dikenalkan sejak dini sebagai bekal ketika dewasa nanti.

Tak hanya itu, personel Polsek Kepung turut memberikan pemahaman tentang bahaya perundungan (bullying), kenakalan remaja, perjudian online, hingga penyalahgunaan narkoba. Edukasi tersebut bertujuan agar para pelajar memahami dampak negatif berbagai perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan mereka.

"Lakukan kegiatan yang positif dan jangan sampai merugikan diri sendiri hingga berdampak ke orang lain," pesan AKP Rudi kepada para siswa.

Kapolsek menegaskan, pembentukan karakter generasi muda memerlukan sinergi semua pihak. Kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan terus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung lahirnya generasi yang disiplin, berakhlak, dan memiliki kesadaran hukum sejak dini.(red/lis)


Pemkab Kediri Siapkan Rp7 Miliar untuk Perluasan Pasar Buah Banyakan, Disulap Jadi Rest Area dan Pusat Oleh-Oleh


saat pedagang keluar area Pasar Buah Banyakan(photo by radar kediri)


KEDIRI,
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mematangkan rencana pengembangan Pasar Buah Banyakan yang terdampak pembangunan Jalan Tol Kediri–Kertosono. Tidak hanya merelokasi pasar ke lokasi baru, pemerintah juga menyiapkan konsep kawasan perdagangan terpadu yang dilengkapi rest area serta pusat oleh-oleh khas Kediri.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Kediri mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,6 miliar hingga Rp7 miliar guna membebaskan lahan tambahan seluas sekitar 1.831 meter persegi. Penambahan lahan dinilai penting agar kawasan pasar baru memiliki ruang yang lebih representatif untuk dikembangkan.

Sebelumnya, Pasar Buah Banyakan seluas 3.686 meter persegi menjadi salah satu aset yang terdampak proyek pembangunan Tol Kediri–Kertosono. Sebagai pengganti, pemerintah telah menetapkan lahan baru yang berada di area lapangan futsal di sebelah utara pasar lama dengan jarak sekitar satu kilometer.

Lahan pengganti tersebut memiliki luas 3.908 meter persegi dengan nilai appraisal mencapai Rp16,66 miliar dan telah resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa luas lahan pengganti yang tersedia saat ini masih belum mencukupi untuk mewujudkan kawasan perdagangan yang terintegrasi.

Karena itu, sesuai arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, pemerintah daerah memutuskan menambah pengadaan lahan yang saat ini masih dimiliki pihak perseorangan.

Menurut Tutik, proses pembebasan lahan akan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), sementara Disdagin bertugas menyiapkan konsep pengembangan kawasan beserta desain awal pasar baru.

"Lahan tambahan tersebut sebelumnya juga telah melalui proses appraisal oleh pihak proyek jalan tol. Awalnya direncanakan ikut dibeli oleh pihak tol, namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut tidak terealisasi," ujarnya.

Saat ini, tahapan yang sedang dipersiapkan adalah proses pengadaan tanah melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026. Di waktu yang bersamaan, Disdagin mulai menyusun pra-desain kawasan sebagai dasar pengembangan selanjutnya.

Pemkab Kediri tidak ingin kawasan baru hanya berfungsi sebagai lokasi relokasi pedagang buah. Konsep yang disiapkan mengarah pada kawasan ekonomi yang lebih hidup dengan menghadirkan pusat oleh-oleh khas Kediri, area istirahat (rest area), serta fasilitas pendukung lainnya.

Konsep tersebut diharapkan mampu menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan sepanjang tahun, termasuk ketika musim panen buah telah berakhir.

"Dengan konsep tersebut, kawasan tidak hanya ramai saat musim buah saja. Ketika tidak musim buah pun tetap ada aktivitas ekonomi melalui pusat oleh-oleh maupun rest area," jelas Tutik yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri.

Setelah penyusunan pra-desain selesai, pemerintah daerah menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dilakukan pada tahun depan sebagai dasar pembangunan fisik kawasan.

Ke depan, Pasar Buah Banyakan diharapkan berkembang menjadi pusat perdagangan sekaligus titik persinggahan strategis bagi pengguna Jalan Tol Kediri–Kertosono, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.(red/lis)

Harga Telur Ayam Ras di Kediri Mulai Stabil, Peternak Sebut Permintaan Meningkat Seiring Program MBG

  

salah satu peternak telur di kota kediri yang mulai menerima banyak pesanan dari MBG(photo by radar kediri)


KEDIRI,
– Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Kediri mulai menunjukkan tren pemulihan setelah sempat merosot dalam beberapa pekan terakhir. Meningkatnya permintaan pasar disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga, seiring kembali bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, harga telur di tingkat peternak sempat turun hingga menyentuh Rp18.000 per kilogram. Penurunan tersebut dipicu melemahnya permintaan selama masa libur sekolah yang bertepatan dengan jeda pelaksanaan Program MBG.

Rosyta Dewi, peternak ayam petelur asal Kecamatan Grogol, mengatakan kondisi tersebut sempat membuat para peternak kesulitan menutup biaya operasional. Pasalnya, harga jual telur turun cukup tajam, sementara harga pakan ternak tetap tinggi.

"Setelah Program MBG berjalan kembali, permintaan mulai meningkat. Sekarang harga di tingkat peternak sudah kembali di kisaran Rp22 ribu per kilogram," ujarnya.

Menurut Rosyta, meningkatnya permintaan dari berbagai sektor membuat perputaran distribusi telur kembali membaik. Dampaknya, tekanan terhadap harga yang sebelumnya dirasakan peternak mulai berkurang sehingga kondisi pasar menjadi lebih stabil.

Pemulihan harga di tingkat peternak juga berpengaruh pada harga jual di tingkat pedagang. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kediri, harga telur ayam ras kini berada di kisaran Rp23.000 per kilogram.

Heru Iswandi, pedagang telur di wilayah Kecamatan Mojoroto, menyebut kenaikan harga terjadi secara bertahap mengikuti harga dari peternak. Meski demikian, kondisi tersebut belum memengaruhi daya beli masyarakat secara signifikan.

"Pembeli masih tetap ada karena telur merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. Kami hanya menyesuaikan harga jual dengan harga dari peternak," katanya.

Meski kondisi harga mulai membaik, para peternak berharap stabilitas pasar dapat terus terjaga dalam beberapa waktu ke depan. Dengan harga sekitar Rp22.000 per kilogram, mereka menilai biaya produksi dapat tertutupi sehingga usaha peternakan tetap berjalan dengan baik dan pasokan telur untuk masyarakat tetap aman.(red/lis)

LSM RATU Soroti Dugaan Pungutan Komite di SMKN 1 Kota Kediri, Minta Audit Menyeluruh

   


Kediri,  – Dugaan praktik pungutan berkedok Sumbangan Komite Pendidikan (SKP) kembali menjadi sorotan di SMKN 1 Kota Kediri. Sejumlah wali murid mengaku keberatan dengan adanya iuran bulanan yang dinilai memberatkan serta belum disertai transparansi yang memadai terkait penggunaan anggaran.

Persoalan tersebut disebut bukan kali pertama terjadi. Keluhan serupa disebut terus muncul setiap tahun ajaran baru dan memunculkan pertanyaan dari para orang tua mengenai mekanisme penetapan nominal maupun pemanfaatan dana yang telah terkumpul.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (17/7), sebagian besar wali murid diarahkan untuk membayar iuran komite sebesar Rp150 ribu setiap bulan. Namun bagi keluarga yang dinilai kurang mampu, pihak sekolah disebut memberikan kebijakan keringanan dengan nominal yang disesuaikan, mulai Rp100 ribu hingga Rp75 ribu per bulan.

Meski terdapat skema pembayaran berdasarkan kemampuan ekonomi, sejumlah orang tua tetap mempertanyakan kejelasan penggunaan dana tersebut. Mereka berharap seluruh pemasukan dan pengeluaran dapat dipublikasikan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan maupun spekulasi di tengah masyarakat.

Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tidak mempermasalahkan adanya sumbangan apabila benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik.

"Kami sebenarnya tidak keberatan apabila dana itu benar-benar dipakai untuk kepentingan pendidikan anak-anak. Yang menjadi pertanyaan adalah rincian penggunaannya belum pernah dijelaskan secara terbuka sehingga menimbulkan tanda tanya ke mana aliran dananya," ujarnya.

Sorotan terhadap dugaan pungutan tersebut juga datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) RATU (Rakyat Bersatu). Ketua LSM RATU, Saiful Iskak, menyatakan pihaknya menerima berbagai laporan masyarakat terkait pelaksanaan iuran komite di sekolah tersebut.

Menurut Saiful, jika mengacu pada jumlah peserta didik yang diperkirakan mencapai sekitar 2.300 siswa dengan rata-rata pembayaran Rp100 ribu per bulan, maka dana yang berpotensi terkumpul mencapai angka yang sangat besar.

Perhitungannya menunjukkan, akumulasi dana yang masuk setiap bulan diperkirakan mencapai sekitar Rp230 juta. Dalam satu tahun ajaran, total dana yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar Rp2,76 miliar.

LSM RATU menilai besarnya dana tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh wali murid sebagai pihak yang memberikan kontribusi.

"Apabila memang penarikan dana dilakukan dengan pola yang menyerupai kewajiban meskipun disebut sebagai sumbangan sukarela, maka perlu ada pemeriksaan lebih lanjut. Dengan nilai dana yang mencapai miliaran rupiah setiap tahun, sudah selayaknya dilakukan audit agar masyarakat mengetahui secara jelas peruntukan anggaran tersebut," kata Saiful.

Ia menambahkan, pihaknya berencana melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum serta instansi terkait agar dilakukan pemeriksaan terhadap mekanisme penghimpunan dan penggunaan dana komite sekolah.

Selain itu, LSM RATU juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan evaluasi terhadap sistem penarikan iuran komite di sekolah negeri, sehingga tidak menimbulkan persepsi adanya pungutan yang bersifat wajib.

Hingga artikel ini disusun, pihak Kepala SMKN 1 Kota Kediri maupun pengurus Komite Sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan minimnya transparansi dalam pengelolaan dana iuran komite tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari penerapan asas keberimbangan dalam pemberitaan. (red/lis)                                                                                                                                                                                                           

KPK Buka Suara soal Dugaan Uang Rp100 Juta untuk Gus Miftah dari Proyek Kereta Api


Gus Miftah Diduga Terima Uang Korupsi Proyek DJKA Rp 100 Juta(photo by radar kediri)


JAKARTA
– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami dugaan aliran dana sebesar Rp100 juta yang disebut diterima pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi proyek pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Solo–Semarang (JGSS). Nama Gus Miftah mencuat dalam persidangan kasus yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan informasi yang terungkap di persidangan akan menjadi bagian dari proses pendalaman penyidik. Menurutnya, KPK masih harus memastikan kebenaran fakta-fakta yang disampaikan dalam persidangan sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.

Apabila nantinya terbukti uang yang diduga diterima berasal dari hasil tindak pidana korupsi, KPK memiliki kewenangan untuk melakukan penyitaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Pertama kita akan lihat dulu untuk memastikan melalui proses pembuktian. Jika nanti terbukti, maka KPK dapat melakukan penyitaan," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (14/7).

Ia menegaskan bahwa seluruh fakta yang muncul di persidangan akan dianalisis melalui pemeriksaan saksi maupun alat bukti lain yang diajukan selama proses persidangan berlangsung.

"Kita lihat nanti dari proses pembuktian dan bagaimana penilaian majelis hakim terhadap keterangan maupun fakta-fakta yang terungkap di persidangan," katanya.

Belum Ada Rencana Memeriksa Gus Miftah

Meski nama Gus Miftah telah disebut dalam persidangan, KPK menyatakan belum mengambil keputusan untuk memanggil ataupun memeriksanya. Penyidik masih memerlukan pendalaman terhadap keterangan yang disampaikan saksi maupun terdakwa sebelum menentukan langkah berikutnya.

Budi menjelaskan, informasi mengenai dugaan aliran dana tersebut baru muncul dalam persidangan sehingga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

"Ini baru muncul di persidangan. Ada keterangan dari terdakwa atau saksi mengenai dugaan aliran uang kepada pihak-pihak lain. Tentu akan kami dalami terlebih dahulu," ujarnya.

Terungkap dalam Sidang Tipikor Semarang

Nama Gus Miftah disebut dalam sidang dugaan suap dan gratifikasi proyek Jalur Ganda Kereta Api Solo–Semarang Fase I di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada Senin (13/7).

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkap dugaan adanya aliran dana proyek kepada sejumlah pihak, termasuk Gus Miftah yang disebut menerima uang sebesar Rp100 juta.

Keterangan itu muncul saat jaksa memeriksa mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek JGSS Fase I, Dheky Martin, yang kini telah berstatus sebagai terpidana.

Jaksa Greafik Loserte mengonfirmasi isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang memuat daftar penerima uang hasil proyek. Untuk memastikan identitas penerima, jaksa bahkan menanyakan apakah nama yang dimaksud merupakan Gus Miftah yang sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu.

Dheky kemudian membenarkan bahwa nama yang tercantum dalam BAP merujuk kepada pendakwah tersebut.

Jaksa Sebut Aliran Dana Menjangkau Banyak Pihak

Usai persidangan, Jaksa Greafik menjelaskan bahwa penyebutan nama-nama penerima dana dilakukan sebagai bentuk transparansi mengenai dugaan aliran uang hasil korupsi.

Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi, dana yang berasal dari proyek tersebut diduga tidak hanya dinikmati pelaku utama, tetapi juga mengalir kepada sejumlah pihak lainnya.

Selain nama Gus Miftah, BAP yang dibacakan jaksa juga memuat sejumlah pihak lain yang diduga menerima uang maupun fasilitas dari proyek JGSS Fase I dan II, di antaranya terdakwa Sudewo, Albertus Dito Magasrodo, Heru Wisnu, serta Harno Teimadi dengan nominal yang bervariasi.

KPK Tunggu Hasil Pendalaman

KPK menegaskan bahwa seluruh informasi yang muncul dalam persidangan masih akan dipelajari secara menyeluruh sebelum menentukan ada tidaknya tindak lanjut hukum terhadap pihak-pihak yang namanya disebut.

Jaksa Greafik menyampaikan seluruh fakta persidangan nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan KPK sebagai bahan pengambilan keputusan.

"Terkait langkah apa yang akan dilakukan, saat ini kami belum dapat memutuskan. Seluruh fakta persidangan akan kami laporkan secara berjenjang kepada pimpinan untuk dipertimbangkan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Perkara ini merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan korupsi proyek perkeretaapian di lingkungan DJKA Kementerian Perhubungan. Dalam perkara tersebut, Sudewo didakwa menerima suap dan gratifikasi senilai sekitar Rp3,8 miliar. Perkara itu masih dalam proses persidangan, sehingga dugaan terhadap pihak-pihak lain yang disebut dalam sidang juga masih memerlukan pembuktian di pengadilan.(red/lis)

Jangan Abaikan Selang Rem Motor, Kerusakan Kecil Bisa Berakibat Fatal

 

Kenali kerusakan pada selang rem motor (photo by radar kediri)


KEDIRI - Sistem pengereman merupakan salah satu komponen vital yang menentukan keselamatan saat berkendara. Selain memastikan kondisi kampas rem dan minyak rem selalu dalam keadaan baik, pengendara juga perlu memberi perhatian pada selang rem hidrolik yang berperan penting dalam menjaga kinerja pengereman tetap optimal.

Selang rem berfungsi sebagai jalur penyalur tekanan hidrolik dari master silinder menuju kaliper. Ketika tuas rem ditekan, tekanan minyak rem akan mengalir melalui selang untuk menggerakkan piston kaliper sehingga kampas rem menjepit cakram dan memperlambat laju kendaraan.

Apabila selang rem mengalami kerusakan, tekanan hidrolik tidak dapat tersalurkan secara sempurna. Akibatnya, respons pengereman menjadi berkurang dan jarak pengereman berpotensi lebih panjang, sehingga dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Salah satu gejala awal yang perlu diwaspadai adalah tuas rem terasa lebih dalam, lembek, atau empuk saat ditekan. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya penurunan tekanan hidrolik akibat kebocoran maupun kerusakan pada sistem pengereman.

Selain merasakan perubahan saat mengerem, pengendara juga disarankan melakukan pemeriksaan visual secara berkala. Perhatikan apakah terdapat rembesan minyak rem di sepanjang selang atau pada bagian sambungan. Kebocoran sekecil apa pun tidak boleh diabaikan karena dapat mengurangi efektivitas pengereman.

Kondisi fisik selang juga menjadi indikator penting. Selang yang mulai retak, mengeras akibat usia, atau muncul benjolan menandakan material karet telah mengalami penurunan kualitas. Jika tetap digunakan, selang berisiko pecah saat menerima tekanan tinggi ketika pengereman mendadak.

Kerusakan selang rem umumnya dipengaruhi berbagai faktor, seperti usia pemakaian, paparan panas mesin secara terus-menerus, gesekan dengan komponen lain, hingga penggunaan suku cadang yang kualitasnya kurang baik. Oleh sebab itu, pemeriksaan sistem pengereman sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama pada sepeda motor yang telah berumur beberapa tahun atau sering digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Penggantian selang rem juga tidak perlu menunggu hingga terjadi kebocoran atau kerusakan berat. Jika telah ditemukan tanda-tanda penurunan kondisi, komponen tersebut sebaiknya segera diganti agar sistem pengereman tetap bekerja secara maksimal.

Melakukan pemeriksaan dan perawatan selang rem secara berkala merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi keselamatan berkendara. Dengan sistem pengereman yang selalu dalam kondisi prima, pengendara dapat mengurangi risiko kehilangan daya pengereman sekaligus menjaga performa motor tetap aman dan nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan.(red/lis)

Tarikan Motor Matic Mulai Berat? Bisa Jadi Variator Sudah Bermasalah


(photo by radar kediri)

Motor matic menjadi pilihan utama banyak pengendara karena menawarkan kemudahan saat digunakan di berbagai kondisi jalan. Namun, tidak sedikit pemilik kendaraan yang hanya fokus melakukan penggantian oli mesin secara berkala, sementara perawatan sistem Continuously Variable Transmission (CVT), khususnya variator, masih sering terabaikan.

Padahal, variator merupakan salah satu komponen penting dalam sistem CVT yang berfungsi mengatur penyaluran tenaga mesin ke roda. Komponen ini bekerja bersama roller dan V-belt untuk menghasilkan perubahan rasio transmisi secara otomatis sehingga akselerasi motor tetap halus dan responsif.

Seiring pemakaian, permukaan variator maupun roller dapat mengalami keausan. Selain itu, debu hasil gesekan kampas kopling dan V-belt juga akan menumpuk di dalam rumah CVT. Jika tidak dibersihkan, kotoran tersebut dapat menghambat pergerakan roller sehingga perpindahan rasio menjadi kurang optimal dan performa motor mulai menurun.

Karena itu, pemeriksaan variator sebaiknya dilakukan bersamaan dengan servis CVT secara berkala. Umumnya, pemeriksaan disarankan setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer, atau mengikuti interval yang ditetapkan pabrikan. Untuk motor yang digunakan setiap hari di jalan padat, sering membawa beban berat, atau menempuh perjalanan jauh, pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat.

Saat proses servis, mekanik akan membuka rumah CVT untuk memeriksa kondisi variator, roller, V-belt, serta membersihkan seluruh debu yang menempel pada komponen transmisi. Langkah ini bertujuan menjaga seluruh bagian tetap bekerja dengan baik dan mencegah kerusakan yang lebih serius.

Ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda variator mulai bermasalah. Di antaranya tarikan motor terasa lebih berat, akselerasi melambat, muncul getaran saat motor mulai berjalan, hingga terdengar suara dengung atau gesekan dari area CVT.

Selain variator, kondisi roller juga perlu mendapat perhatian. Roller yang sudah aus, peyang, atau permukaannya tidak lagi rata dapat menghambat perubahan rasio transmisi sehingga tenaga mesin tidak tersalurkan secara maksimal ke roda belakang.

Apabila kondisi tersebut dibiarkan, beban kerja komponen lain seperti V-belt dan kopling ganda akan meningkat. Dalam jangka panjang, kerusakan dapat merembet ke bagian lain sehingga biaya perbaikan menjadi lebih besar dibandingkan jika dilakukan perawatan sejak dini.

Meski demikian, pemeriksaan berkala tidak selalu berarti harus mengganti variator. Jika hasil inspeksi menunjukkan komponen masih dalam kondisi baik, mekanik biasanya hanya melakukan pembersihan dan memastikan seluruh bagian bekerja normal. Penggantian baru dilakukan apabila ditemukan keausan, goresan, atau kerusakan yang berpotensi mengganggu kinerja sistem CVT.

Melakukan servis CVT sesuai jadwal merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga performa motor matic tetap optimal. Selain membuat akselerasi lebih responsif dan nyaman, perawatan rutin juga membantu memperpanjang usia pakai komponen transmisi sekaligus mengurangi risiko kerusakan mendadak saat kendaraan digunakan.(red/lis)