TULUNGAGUNG- Seluruh jamaah haji asal Kabupaten Tulungagung yang menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026 telah kembali ke Tanah Air sejak akhir Juni lalu. Kepulangan jamaah berlangsung secara bertahap sesuai kelompok terbang (kloter), dengan kloter terakhir tiba di Indonesia pada Selasa (30/6/2026).
Meski mayoritas jamaah telah kembali dalam kondisi selamat, terdapat sejumlah jamaah yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Selain itu, seorang jamaah hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi sehingga belum dapat dipulangkan bersama rombongan lainnya.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani, mengatakan jumlah jamaah haji asal Tulungagung yang diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini mencapai 1.174 orang. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok terbang, yakni Kloter 102, 103, 104, 105, dan 112.
Menurutnya, seluruh rangkaian kepulangan jamaah telah selesai dilaksanakan. Kloter terakhir yang membawa jamaah asal Tulungagung merupakan Kloter 112 yang merupakan kloter gabungan bersama jamaah dari Kabupaten Nganjuk dan Kota Kediri. Dalam kloter tersebut terdapat enam jamaah asal Tulungagung yang akhirnya tiba di Tanah Air.
"Saat ini seluruh jamaah haji asal Tulungagung sudah kembali ke daerah. Kloter terakhir merupakan kloter gabungan dengan Kabupaten Nganjuk dan Kota Kediri," ujar Suryani, Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan data yang diterima Kemenhaj Tulungagung, sebanyak 1.166 jamaah berhasil kembali ke Indonesia. Sementara itu, tujuh jamaah lainnya meninggal dunia saat berada di Tanah Suci. Mereka dilaporkan wafat akibat mengalami gangguan kesehatan yang diperparah dengan kelelahan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Seluruh jamaah yang meninggal dunia telah dimakamkan di Arab Saudi sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi jamaah haji yang wafat di Tanah Suci.
Selain itu, Kemenhaj Tulungagung juga masih memantau kondisi seorang jamaah bernama Sarmini, warga Kecamatan Besuki, yang hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Sarmini merupakan jamaah yang tergabung dalam Kloter 102 saat keberangkatan menuju Tanah Suci.
"Sesuai laporan yang kami terima, terdapat tujuh jamaah yang meninggal dunia dan dimakamkan di Tanah Suci. Sementara satu jamaah lainnya masih menjalani perawatan karena sakit," jelas Suryani.
Ia menambahkan, apabila kondisi kesehatan Sarmini telah membaik dan dinyatakan layak terbang oleh tim medis, yang bersangkutan akan dipulangkan ke Indonesia bersama jamaah haji Indonesia yang tergabung dalam Kloter 116.
Selama menjalani perawatan hingga proses kepulangan ke Indonesia, seluruh biaya yang dibutuhkan akan menjadi tanggungan pemerintah. Saat ini, pihak Kemenhaj Tulungagung terus berkoordinasi dengan petugas haji di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan jamaah tersebut agar dapat segera berkumpul kembali bersama keluarga di Tanah Air.
"Apabila sudah dinyatakan sembuh, jamaah tersebut akan segera diterbangkan ke Indonesia. Seluruh biaya perawatan maupun kepulangan ditanggung oleh pemerintah," pungkas Suryani.(red/lis)