Panen Raya TNI di Malang, Menteri Nusron Soroti Perlindungan Lahan Pertanian Produktif

 
Menteri Nusron Wahid mendampingi Presiden Prabowo bersama sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih--(photo by memorandum)


MALANG – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kegiatan Panen Raya TNI yang digelar di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (17/7).

Menurut Nusron, sektor pertanian membutuhkan kepastian status lahan agar para petani dapat mengelola dan mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan. Karena itu, Kementerian ATR/BPN berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui penyediaan kepastian hukum di bidang pertanahan.

"Bagi kami, ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari kepastian hukum atas tanah," ujar Nusron melalui akun Instagram resminya, dikutip Senin (20/7).

Selain memastikan legalitas kepemilikan lahan, Kementerian ATR/BPN juga terus mendorong penataan ruang yang berkelanjutan serta perlindungan terhadap lahan pertanian produktif. Upaya tersebut dinilai penting agar alih fungsi lahan dapat dikendalikan dan potensi produksi pangan nasional tetap terjaga.

"Kami berkomitmen untuk memastikan setiap jengkal lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai fondasi menuju swasembada pangan dan ketahanan pangan Indonesia," katanya.

Nusron menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Panen Raya Serentak di 43 titik di berbagai daerah menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

"Ini merupakan wujud nyata sinergi pemerintah dalam meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani," lanjutnya.

Kegiatan Panen Raya di Lanud Abdulrachman Saleh menampilkan beragam komoditas pertanian yang dipanen, di antaranya padi, tebu, dan kedelai. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah menteri dan pejabat Kabinet Merah Putih sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan sektor pertanian nasional.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional semakin kokoh, produksi pertanian terus meningkat, dan kesejahteraan petani dapat terangkat melalui dukungan kebijakan yang terintegrasi, mulai dari kepastian hak atas tanah hingga pengelolaan ruang yang berkelanjutan.(red/lis)

Turun ke Sawah, Polisi Beri Pendampingan Petani dan Edukasi Keselamatan Angkut Hasil Panen

  

Aipda Agus dampingi petani padi dan berikan imbauan keselamatan di perjalanan.--(photo by memorandum)


KEDIRI
– Polres Kediri Kota terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui peran aktif para Bhabinkamtibmas di wilayah binaan. Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Cerme, Polsek Grogol, yang turun langsung ke area persawahan untuk memantau aktivitas pertanian sekaligus mendampingi para petani.

Kegiatan berlangsung di area persawahan Dusun Sugihan, Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Bhabinkamtibmas Desa Cerme, Aipda Agus SBW, melakukan sambang kepada petani serta memantau perkembangan tanaman padi yang memasuki masa panen pada Juli 2026.

Dalam kunjungannya, Aipda Agus berdialog dengan para petani mengenai kondisi pertanian, hasil panen, serta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung pelaksanaan program Asta Cita di bidang ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

Selain memantau aktivitas pertanian, Aipda Agus juga memberikan edukasi kepada para petani mengenai pentingnya keselamatan kerja, khususnya saat proses pengangkutan hasil panen. Ia mengingatkan para pengemudi truk agar tidak membawa muatan melebihi kapasitas yang diizinkan serta mengimbau pekerja untuk tidak duduk di atas muatan kendaraan karena berisiko membahayakan keselamatan selama perjalanan.

Kapolsek Grogol, AKP Andang Wastiyono, S.H., M.H., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pendampingan terhadap berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

"Bhabinkamtibmas harus hadir di tengah masyarakat, termasuk mendampingi para petani. Selain mendukung ketahanan pangan, anggota juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi agar setiap aktivitas masyarakat berjalan aman," ujarnya, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya para petani, menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di sektor pertanian diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Polsek Grogol berharap kegiatan sambang dan pendampingan seperti ini dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Seluruh rangkaian kegiatan pemantauan pertanian dan penyampaian imbauan keselamatan kepada para petani berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.(red/lis)

Ramai Dibahas Warganet, Kades Ungkap Fakta di Balik Video Kopdes Merah Putih Tepi Sungai

Kopdes Merah Putih di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang(RADAR MALANG)

MALANG - Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang berada di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, menjadi perbincangan publik setelah sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan koperasi seolah berdiri di tepi sungai tanpa memiliki akses jalan masuk.

Video yang diunggah melalui akun Instagram @maju.idn pada 12 Juli tersebut memicu beragam komentar dari warganet. Banyak yang mempertanyakan bagaimana masyarakat maupun kendaraan dapat menjangkau lokasi koperasi. Bahkan, sebagian netizen menyampaikan komentar bernada satir dengan menyebut pengunjung harus menggunakan perahu untuk mencapai bangunan tersebut.

Menanggapi ramainya perbincangan itu, Kepala Desa Sidodadi, Saelan, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar dalam video tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya. Menurutnya, bangunan Kopdes Merah Putih berdiri di kawasan tepi Telaga Kedung Rampal, bukan di tepi sungai seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut.

"Yang benar itu dibangun di pinggir telaga," ujar Saelan, Sabtu (17/7).

Ia menjelaskan, lokasi koperasi berada di sisi barat Telaga Kedung Rampal, Dusun Kedung Rampal Kidul, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan. Menurutnya, jika memang tidak memiliki akses, mustahil material bangunan dapat dikirim hingga proses pembangunan bisa berjalan.

"Bagaimana material bisa masuk ke lokasi koperasi? Faktanya material sudah sampai," tegasnya.

Setelah video tersebut viral, Pemerintah Desa Sidodadi melakukan penelusuran terhadap pembuat sekaligus pengunggah video. Hasilnya mengarah kepada seorang warga bernama Rosi. Berdasarkan klarifikasi yang diterima pemerintah desa, video tersebut dibuat hanya untuk hiburan atau sekadar iseng tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan.

"Orang tersebut mengunggah video untuk sekadar iseng. Dia sudah meminta maaf," kata Saelan.

Pemerintah desa juga memastikan bahwa akses menuju gerai Kopdes Merah Putih akan terus disempurnakan. Saat ini kendaraan memang baru dapat masuk melalui sisi samping bangunan. Ke depan, area depan koperasi akan diperluas dengan pemasangan paving selebar sekitar empat meter sehingga mobil dapat langsung berhenti di depan gedung koperasi.

"Nantinya mobil bisa masuk langsung ke depan koperasi. Kalau sekarang baru di samping koperasi," jelasnya.

Tak hanya fokus pada pembangunan koperasi, Pemerintah Desa Sidodadi juga telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan sekitar Telaga Kedung Rampal. Lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan menghadirkan sentra UMKM, gazebo, serta ruang terbuka bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan telaga.

Menurut Saelan, keberadaan Kopdes Merah Putih di kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa. Selain mempermudah pelayanan koperasi kepada masyarakat, pengembangan kawasan wisata diyakini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM setempat.

"Karena lokasi di pinggir telaga ini strategis, kami berharap bisa menghidupkan UMKM di sekitar sini. Wisatawan juga bisa semakin ramai," pungkasnya.(red/lis)

Aksi Pencurian Kompor Gas di Warung Makan Kediri Digagalkan Warga, Pelaku Diamankan Polisi


Polsek Gampengrejo yang sedang menyelidiki pencurian kompor gas dan tabung LPG di Desa Jongbiru, Kec. Gampengrejo(photo by radar kediri)


KEDIRI – Aksi pencurian yang menyasar sebuah warung makan di Jalan Raya Jongbiru, Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, berhasil digagalkan warga pada Minggu (19/7) dini hari. Seorang pria yang diduga hendak membawa kabur kompor gas beserta dua tabung LPG 3 kilogram akhirnya diamankan warga sebelum diserahkan kepada petugas Polsek Gampengrejo.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Berdasarkan informasi kepolisian, pelaku diketahui berinisial Riyanto (63), warga Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.

Sebelum melancarkan aksinya, pelaku datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor. Untuk menghindari kecurigaan, ia sempat berpura-pura buang air kecil di sekitar lokasi sambil mengamati situasi dan memastikan kondisi warung dalam keadaan sepi.

Setelah merasa situasi aman, pelaku masuk ke area warung yang tidak memiliki penutup. Ia kemudian mengambil satu unit kompor gas lengkap dengan selang dan regulator, serta dua tabung LPG 3 kilogram yang dalam kondisi kosong. Seluruh barang curian tersebut dimasukkan ke dalam kotak jualan tahu yang dibawanya.

Namun, aksinya tidak berlangsung mulus. Gerak-gerik pelaku yang dianggap mencurigakan berhasil diketahui oleh warga sekitar. Sebelum sempat meninggalkan lokasi, warga langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti hasil curiannya. Selanjutnya, pelaku diserahkan kepada anggota Polsek Gampengrejo yang datang ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

Akibat percobaan pencurian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp700 ribu. Beruntung, seluruh barang yang sempat diambil berhasil diamankan sehingga tidak sampai hilang.

Kapolsek Gampengrejo, AKP Rudi Hartono, membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota kepolisian segera menuju lokasi untuk mengamankan pelaku beserta barang bukti.

"Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota kami langsung menuju lokasi dan mengamankan pelaku beserta barang bukti. Saat ini yang bersangkutan sudah kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar AKP Rudi Hartono.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan menggagalkan aksi pencurian tersebut. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mengutamakan keselamatan diri dan segera melaporkan setiap dugaan tindak kriminal kepada pihak kepolisian agar penanganannya dapat dilakukan secara cepat dan profesional.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah peduli terhadap keamanan lingkungan. Ke depan, apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan profesional," tegasnya.

Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor tanpa pelat nomor, sebuah helm, kotak jualan tahu, pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi, sebuah senter, dua tabung LPG 3 kilogram, serta satu unit kompor gas lengkap dengan selang dan regulator.

Atas perbuatannya, pelaku kini menjalani proses hukum dan disangkakan melanggar Pasal 477 ayat (1) huruf e subsider Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).(red/lis)

Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini, Polsek Kepung Beri Pembinaan Kamtibmas kepada Pelajar

 
kapolsek Kepung AKP Rudi Darmawan yang sedang memberikan pemahaman kepada para murid MI Nabatul Ulum mengenai kedisiplinan dan kesadaran hukum(photo by radar kediri)


KEDIRI,
– Polsek Kepung terus memperkuat upaya pembinaan karakter generasi muda melalui edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kali ini, pembinaan diberikan kepada siswa-siswi MI Nabatul Ulum di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Sabtu (18/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Kepung AKP Rudi Darmawan mengajak para pelajar membangun kebiasaan positif sejak usia dini. Mulai dari menghormati guru dan orang tua, menjaga kedisiplinan, hingga menaati aturan baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain pembentukan karakter, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak. AKP Rudi menekankan pentingnya bersikap cerdas dalam menerima informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun terlibat dalam penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kami mengajak seluruh siswa untuk menggunakan media sosial dengan bijak, menjaga sopan santun dalam berkomunikasi, serta tidak mudah percaya ataupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya," ujar AKP Rudi.

Materi pembinaan juga mencakup pentingnya memahami aturan berlalu lintas. Meski para siswa belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor, pengetahuan mengenai keselamatan di jalan dinilai perlu dikenalkan sejak dini sebagai bekal ketika dewasa nanti.

Tak hanya itu, personel Polsek Kepung turut memberikan pemahaman tentang bahaya perundungan (bullying), kenakalan remaja, perjudian online, hingga penyalahgunaan narkoba. Edukasi tersebut bertujuan agar para pelajar memahami dampak negatif berbagai perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan mereka.

"Lakukan kegiatan yang positif dan jangan sampai merugikan diri sendiri hingga berdampak ke orang lain," pesan AKP Rudi kepada para siswa.

Kapolsek menegaskan, pembentukan karakter generasi muda memerlukan sinergi semua pihak. Kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan terus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung lahirnya generasi yang disiplin, berakhlak, dan memiliki kesadaran hukum sejak dini.(red/lis)


Pemkab Kediri Siapkan Rp7 Miliar untuk Perluasan Pasar Buah Banyakan, Disulap Jadi Rest Area dan Pusat Oleh-Oleh


saat pedagang keluar area Pasar Buah Banyakan(photo by radar kediri)


KEDIRI,
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mematangkan rencana pengembangan Pasar Buah Banyakan yang terdampak pembangunan Jalan Tol Kediri–Kertosono. Tidak hanya merelokasi pasar ke lokasi baru, pemerintah juga menyiapkan konsep kawasan perdagangan terpadu yang dilengkapi rest area serta pusat oleh-oleh khas Kediri.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Kediri mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,6 miliar hingga Rp7 miliar guna membebaskan lahan tambahan seluas sekitar 1.831 meter persegi. Penambahan lahan dinilai penting agar kawasan pasar baru memiliki ruang yang lebih representatif untuk dikembangkan.

Sebelumnya, Pasar Buah Banyakan seluas 3.686 meter persegi menjadi salah satu aset yang terdampak proyek pembangunan Tol Kediri–Kertosono. Sebagai pengganti, pemerintah telah menetapkan lahan baru yang berada di area lapangan futsal di sebelah utara pasar lama dengan jarak sekitar satu kilometer.

Lahan pengganti tersebut memiliki luas 3.908 meter persegi dengan nilai appraisal mencapai Rp16,66 miliar dan telah resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa luas lahan pengganti yang tersedia saat ini masih belum mencukupi untuk mewujudkan kawasan perdagangan yang terintegrasi.

Karena itu, sesuai arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, pemerintah daerah memutuskan menambah pengadaan lahan yang saat ini masih dimiliki pihak perseorangan.

Menurut Tutik, proses pembebasan lahan akan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), sementara Disdagin bertugas menyiapkan konsep pengembangan kawasan beserta desain awal pasar baru.

"Lahan tambahan tersebut sebelumnya juga telah melalui proses appraisal oleh pihak proyek jalan tol. Awalnya direncanakan ikut dibeli oleh pihak tol, namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut tidak terealisasi," ujarnya.

Saat ini, tahapan yang sedang dipersiapkan adalah proses pengadaan tanah melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026. Di waktu yang bersamaan, Disdagin mulai menyusun pra-desain kawasan sebagai dasar pengembangan selanjutnya.

Pemkab Kediri tidak ingin kawasan baru hanya berfungsi sebagai lokasi relokasi pedagang buah. Konsep yang disiapkan mengarah pada kawasan ekonomi yang lebih hidup dengan menghadirkan pusat oleh-oleh khas Kediri, area istirahat (rest area), serta fasilitas pendukung lainnya.

Konsep tersebut diharapkan mampu menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan sepanjang tahun, termasuk ketika musim panen buah telah berakhir.

"Dengan konsep tersebut, kawasan tidak hanya ramai saat musim buah saja. Ketika tidak musim buah pun tetap ada aktivitas ekonomi melalui pusat oleh-oleh maupun rest area," jelas Tutik yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri.

Setelah penyusunan pra-desain selesai, pemerintah daerah menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dilakukan pada tahun depan sebagai dasar pembangunan fisik kawasan.

Ke depan, Pasar Buah Banyakan diharapkan berkembang menjadi pusat perdagangan sekaligus titik persinggahan strategis bagi pengguna Jalan Tol Kediri–Kertosono, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.(red/lis)

Harga Telur Ayam Ras di Kediri Mulai Stabil, Peternak Sebut Permintaan Meningkat Seiring Program MBG

  

salah satu peternak telur di kota kediri yang mulai menerima banyak pesanan dari MBG(photo by radar kediri)


KEDIRI,
– Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Kediri mulai menunjukkan tren pemulihan setelah sempat merosot dalam beberapa pekan terakhir. Meningkatnya permintaan pasar disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga, seiring kembali bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, harga telur di tingkat peternak sempat turun hingga menyentuh Rp18.000 per kilogram. Penurunan tersebut dipicu melemahnya permintaan selama masa libur sekolah yang bertepatan dengan jeda pelaksanaan Program MBG.

Rosyta Dewi, peternak ayam petelur asal Kecamatan Grogol, mengatakan kondisi tersebut sempat membuat para peternak kesulitan menutup biaya operasional. Pasalnya, harga jual telur turun cukup tajam, sementara harga pakan ternak tetap tinggi.

"Setelah Program MBG berjalan kembali, permintaan mulai meningkat. Sekarang harga di tingkat peternak sudah kembali di kisaran Rp22 ribu per kilogram," ujarnya.

Menurut Rosyta, meningkatnya permintaan dari berbagai sektor membuat perputaran distribusi telur kembali membaik. Dampaknya, tekanan terhadap harga yang sebelumnya dirasakan peternak mulai berkurang sehingga kondisi pasar menjadi lebih stabil.

Pemulihan harga di tingkat peternak juga berpengaruh pada harga jual di tingkat pedagang. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kediri, harga telur ayam ras kini berada di kisaran Rp23.000 per kilogram.

Heru Iswandi, pedagang telur di wilayah Kecamatan Mojoroto, menyebut kenaikan harga terjadi secara bertahap mengikuti harga dari peternak. Meski demikian, kondisi tersebut belum memengaruhi daya beli masyarakat secara signifikan.

"Pembeli masih tetap ada karena telur merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. Kami hanya menyesuaikan harga jual dengan harga dari peternak," katanya.

Meski kondisi harga mulai membaik, para peternak berharap stabilitas pasar dapat terus terjaga dalam beberapa waktu ke depan. Dengan harga sekitar Rp22.000 per kilogram, mereka menilai biaya produksi dapat tertutupi sehingga usaha peternakan tetap berjalan dengan baik dan pasokan telur untuk masyarakat tetap aman.(red/lis)