Geger! Makam Warga Desa Karanggondang Blitar Dibongkar, Polisi Turun Tangan

  

Potongan tayangan video makam habis dibongkar di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu. --(by memorandum co.id)


BLITAR
– Warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, dibuat geger oleh dugaan pembongkaran makam yang terjadi pada dini hari.

Makam salah seorang warga diketahui telah dibongkar dan sebagian kain kafan jenazah diduga diambil oleh orang tidak dikenal. Peristiwa tersebut semakin mengundang perhatian setelah warga menemukan sejumlah sobekan foto perempuan berserakan di sekitar area makam.

Belum diketahui secara pasti siapa yang melakukan pembongkaran maupun apa motif di balik aksi tersebut. Sejumlah warga kemudian mengaitkannya dengan dugaan praktik ilmu hitam. Namun, hingga kini belum ada bukti yang dapat memastikan dugaan tersebut.

Informasi mengenai makam yang dibongkar itu kemudian menyebar luas melalui media sosial. Kabar tersebut akhirnya diketahui aparat kepolisian yang kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar membenarkan bahwa petugas telah mendatangi lokasi makam setelah informasi tersebut beredar.

Menurutnya, hingga saat ini keluarga pemilik makam belum membuat laporan resmi kepada kepolisian.

“Belum ada laporan ke kami,” kata Samsul.

Meski demikian, polisi tetap melakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Petugas juga mendatangi kediaman keluarga terkait untuk memastikan informasi yang beredar.

Saat polisi datang, kondisi makam telah dikembalikan seperti semula. Lubang yang sebelumnya diduga digunakan untuk membongkar makam telah ditutup kembali.

“Sudah datang dan memang ada. Tetapi keluarga tidak berkenan membuat laporan ke polisi,” jelas Samsul.

Pihak kepolisian juga telah melakukan penelusuran setelah video mengenai kejadian tersebut viral. Rencananya, petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi guna mengetahui kemungkinan adanya unsur pidana.

Namun, proses pemeriksaan tempat kejadian perkara menghadapi kendala karena kondisi makam sudah kembali seperti semula. Perubahan kondisi tersebut membuat petugas kesulitan menemukan dan mengamankan jejak yang mungkin masih tersisa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, warga juga menemukan sebuah cangkul yang dibuang ke area persawahan tidak jauh dari lokasi makam. Peralatan tersebut diduga berkaitan dengan aksi penggalian.

Pembongkaran makam diduga dilakukan pada dini hari. Waktu tersebut dipilih karena kondisi sekitar lebih sepi. Meski demikian, lokasi makam tidak terlalu jauh dari permukiman warga sehingga pelaku diduga harus memperhitungkan situasi sekitar.

Penggalian makam juga disebut tidak dilakukan secara keseluruhan. Bagian yang dibongkar hanya berada di sekitar ujung kepala, tepatnya di bawah bagian nisan. Sementara bagian makam lainnya tetap dalam kondisi utuh.

Saat bagian makam tersebut dibuka, warga disebut sempat melihat bambu yang digunakan untuk menutup jenazah.

Setelah kejadian diketahui, warga setempat meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah warga bahkan melakukan patroli secara bergantian di sekitar kawasan pemakaman untuk mencegah kemungkinan kejadian serupa kembali terjadi.

Hingga kini, motif pembongkaran makam tersebut masih menjadi tanda tanya. Polisi masih melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar, sementara keluarga belum menempuh langkah pelaporan secara resmi.

(Red/lis)

Trek-trekan Ganggu Warga, Polres Kediri Kota Lakukan Pencegahan


Polisi melakukan patroli dan pencegahan balap liar.--(by memorandum)


KEDIRI
– Aktivitas trek-trekan, breng-brengan hingga balap liar yang dilakukan secara berkelompok menjadi perhatian Polres Kediri Kota. Menyikapi keresahan masyarakat, polisi melakukan langkah preventif untuk mencegah kegiatan tersebut mengganggu keamanan dan ketertiban di jalan raya.

Upaya pencegahan dilakukan pada Jumat malam (7/8/2026) hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Bagian Operasional Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi.

Langkah tersebut dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas sejumlah kelompok remaja yang berkendara secara bergerombol di jalan umum. Aktivitas itu dinilai menimbulkan suara bising dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

Kompol Iwan mengatakan, informasi dari warga menjadi perhatian kepolisian untuk segera melakukan pencegahan sebelum aktivitas tersebut berkembang dan menimbulkan gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, trek-trekan dan balap liar umumnya berlangsung ketika malam semakin larut. Para remaja berkumpul kemudian berkendara secara berkelompok dengan cara yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain persoalan keselamatan, suara kendaraan yang bising juga berpotensi mengganggu warga yang sedang beristirahat.

“Informasi dari masyarakat menjadi atensi kami. Kami melakukan langkah preventif agar aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan tidak berkembang,” ujar Kompol Iwan.

Ia menegaskan, jalan raya merupakan fasilitas umum yang harus digunakan secara tertib. Karena itu, jalan umum tidak semestinya dimanfaatkan untuk trek-trekan, balap liar maupun konvoi yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.

Polisi mengimbau para remaja untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Silakan melakukan aktivitas yang positif, tetapi jangan sampai mengganggu masyarakat maupun membahayakan pengguna jalan. Kami mengimbau para remaja untuk tidak terlibat dalam aktivitas trek-trekan atau kegiatan lain yang meresahkan,” katanya.

Kompol Iwan menambahkan, langkah preventif merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Polisi tidak hanya hadir setelah gangguan terjadi, tetapi juga berupaya mencegah potensi gangguan sejak awal.

Meski demikian, kepolisian memastikan akan mengambil tindakan apabila masih ditemukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan.

“Kami akan melakukan tindakan tegas apabila masih ada yang melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban dan meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Selain melakukan pencegahan terhadap aksi balap liar, petugas juga memberikan imbauan kepada sejumlah remaja yang masih nongkrong hingga larut malam di sekitar lokasi. Mereka diminta tidak beraktivitas tanpa kepentingan hingga dini hari dan segera kembali ke rumah.

Kepolisian turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga situasi kamtibmas. Warga diminta segera menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas trek-trekan, balap liar maupun kegiatan lain yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Masyarakat bisa segera menghubungi call center Polri di 110 apabila mengetahui adanya kegiatan yang mengganggu ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif,” pungkasnya.

(Red/Lis)


Bhabinkamtibmas Polsek Banyakan Dampingi Petani Jabon, Dukung Ketahanan Pangan


Bripka Gaguk Santoso mendampingi petani Desa Jabon melakukan pemupukan tanaman jagung.--(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Dukungan terhadap program ketahanan dan swasembada pangan terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Kota Kediri. Salah satunya melalui pendampingan langsung kepada petani dalam proses budidaya tanaman jagung.

Bhabinkamtibmas Desa Jabon, Polsek Banyakan, Bripka Gaguk Santoso, turun langsung ke lahan pertanian untuk mendampingi petani melakukan pemupukan tanaman jagung, Jumat (7/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bripka Gaguk terlebih dahulu melakukan pengecekan kondisi lahan yang berada di wilayah binaannya. Ia kemudian berinteraksi dengan petani sekaligus mendampingi proses pemupukan tanaman.

Pemupukan menjadi salah satu tahapan penting dalam perawatan tanaman jagung. Pemberian pupuk yang sesuai kebutuhan diharapkan dapat menunjang pertumbuhan tanaman sehingga produktivitas hasil panen dapat meningkat.

Selain melihat kondisi tanaman, Bripka Gaguk juga berdialog langsung dengan petani mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan proses budidaya.

Pembahasannya meliputi perkembangan tanaman, ketersediaan pupuk, hingga kendala yang ditemui petani selama mengelola lahan.

Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada para petani agar tetap konsisten melakukan perawatan tanaman hingga masa panen tiba.

“Kami berharap para petani tetap semangat mengelola lahan pertanian. Perawatan tanaman, termasuk pemupukan yang tepat, menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produksi jagung demi mendukung program swasembada pangan nasional,” ujar Gaguk.

Pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam mendukung aktivitas masyarakat. Peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung strategi program pemerintah di sektor pertanian.

Kegiatan turun langsung ke lapangan juga memungkinkan petugas mengetahui kondisi dan kebutuhan petani secara lebih dekat. Dengan adanya komunikasi yang terjalin, berbagai kendala dalam proses budidaya yang diharapkan dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya bersama melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto juga terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas agar aktif mendampingi masyarakat di wilayah masing-masing, termasuk para petani.

Pendampingan dilakukan melalui kegiatan sambang, pemberian edukasi, serta pemantauan perkembangan sektor pertanian.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Dengan keterlibatan berbagai pihak di lapangan, program swasembada pangan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, baik di wilayah hukum Polres Kediri Kota maupun dalam mendukung ketahanan pangan nasional.(red/lis)

27 Pegawai dan Pengguna Layanan Donorkan Darah, Imigrasi Kediri Lanjutkan dengan Baksos


Kepala Kantor Imigrasi Kediri Antonius Frizky Saniscara memberikan paket bantuan kepada peserta donor darah.--(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri turut memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar kegiatan sosial berupa donor darah dan bakti sosial, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian jajaran Imigrasi terhadap masyarakat. Selain itu, kegiatan juga menjadi tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretariat Jenderal Nomor SEK-UM.01.01-97 mengenai Pedoman Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan donor darah sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak 29 orang yang terdiri dari pegawai dan pengguna layanan keimigrasian ikut berpartisipasi.

Seluruh calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka memenuhi persyaratan donor. Dari 29 peserta, dua orang dinyatakan belum memenuhi syarat sehingga tidak dapat melakukan donor.

Dengan demikian, sebanyak 27 peserta berhasil menyumbangkan darah dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada siang hari dengan bakti sosial yang menyasar masyarakat di sekitar kantor, terutama kelompok lanjut usia (lansia).

Sebanyak 30 paket bantuan berupa sembako dan sayuran hasil panen dari program ketahanan pangan Kantor Imigrasi Kediri disalurkan kepada 30 warga yang menjadi penerima manfaat.

Kegiatan sosial tersebut turut melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Imigrasi Kediri bersama seluruh jajaran pegawai.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, mengatakan peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut perlu diwujudkan melalui aksi yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

"Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia kami maknai dengan menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata. Donor darah dan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus implementasi semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'," ujar Antonius.

Ia menambahkan, keberadaan Imigrasi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi dan keimigrasian. Jajaran Imigrasi juga berupaya berkontribusi melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Menurutnya, aksi donor darah menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Sementara kegiatan bakti sosial diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga, khususnya para lansia di sekitar lingkungan kantor.

Selain memberikan manfaat langsung, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara jajaran Imigrasi dan masyarakat.

Antonius berharap semangat gotong royong, kepedulian, serta kebersamaan dapat terus tumbuh melalui kegiatan-kegiatan sosial yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

"Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat kedekatan antara Imigrasi dan masyarakat. Melalui aksi sosial seperti ini, nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kepada bangsa dapat terus tumbuh sejalan dengan semangat Kemerdekaan Indonesia," tambahnya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap instansi untuk memberikan kontribusi nyata sesuai dengan perannya masing-masing.

Melalui donor darah dan bakti sosial tersebut, Kantor Imigrasi Kediri menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan keimigrasian, tetapi juga lewat aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial.(red/lis)

Sopir Truk Asal Tulungagung Jadi Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Rekan Kerja Kenang Detik-Detik Kebakaran

 

Jenazah Alm Sari Sukoco di rumah duka--(by memorandum co.id)


TULUNGAGUNG
– Suasana duka menyelimuti keluarga Sari Sukoco (39), warga Perumahan Mutiara Regency, Kelurahan Tretek, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Sopir truk ekspedisi tersebut menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026).

Jenazah almarhum tiba di rumah duka pada Senin (3/8/2026) malam dengan menggunakan ambulans. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga yang tak kuasa menahan kesedihan. Sejumlah kerabat, tetangga, dan rekan kerja turut hadir memberikan penghormatan terakhir sebelum proses pemakaman.

Sari diketahui tengah menjalankan tugas sebagai sopir truk ekspedisi yang mengangkut muatan cold storage menuju Makassar. Bersama rekannya, Bambang Susilo, ia berangkat setelah mengambil muatan dari Jakarta dan menyeberang menggunakan KMP Mutiara Sentosa 2. Namun perjalanan tersebut berubah menjadi tragedi ketika kapal mengalami kebakaran di tengah pelayaran.

Bambang, yang berhasil selamat, menceritakan suasana mencekam saat api mulai membakar kapal. Menurutnya, kepanikan terjadi begitu cepat setelah terdengar teriakan dari para penumpang yang mengetahui adanya kebakaran.

"Setelah sarapan, tiba-tiba penumpang berteriak kalau ada kebakaran. Diduga api berasal dari dek paling bawah yang berisi kendaraan truk berat," ungkap Bambang.

Saat situasi semakin genting, ia bersama Sari berusaha menuju bagian ujung kapal sambil mengenakan pelampung. Bambang sempat mengajak rekannya itu untuk segera melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

"Saya sempat mengajak beliau untuk terjun, tapi hanya tersenyum dan mengangguk. Setelah itu saya melompat lebih dulu," kenangnya.

Bambang kemudian berenang menjauh dari kapal bersama penumpang lainnya hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh kapal penyelamat yang berada di sekitar lokasi kejadian. Di atas kapal penyelamat itulah ia baru mengetahui bahwa rekannya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Saya baru tahu beliau ditemukan meninggal setelah berada di kapal penyelamat," katanya dengan suara lirih.

Bagi Bambang, kepergian Sari bukan hanya kehilangan rekan kerja, tetapi juga sahabat yang telah menemaninya selama hampir delapan tahun bekerja bersama. Ia mengenang almarhum sebagai sosok pekerja keras yang ramah dan selalu ringan tangan membantu siapa saja.

"Beliau orangnya baik, suka menolong, dan selalu peduli kepada teman-temannya. Beliau juga pernah bercerita ingin menikah tahun ini," tuturnya.

Keinginan untuk membangun rumah tangga yang selama ini menjadi impian almarhum pun akhirnya tidak pernah terwujud. Kabar duka tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan sesama sopir ekspedisi.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Sari Sukoco diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan iringan doa dari keluarga dan para pelayat yang mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.(Red/lis)

Polsek Grogol Perkuat Swasembada Pangan Lewat Edukasi Petani Jagung


Aiptu Agung Wahyu bersama petani Wonoasri-(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Kediri Kota melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaan. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Grogol, Aiptu Agung Wahyu, yang turun langsung ke area persawahan Desa Wonoasri, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Selasa (4/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Agung berdialog dengan para petani jagung untuk memantau perkembangan tanaman sekaligus memberikan motivasi agar tetap bersemangat mengelola lahan pertanian. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Selain memantau kondisi tanaman, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan tanaman secara maksimal. Petani diajak memperhatikan pola pemupukan, pengendalian hama, hingga menjaga kualitas hasil panen agar produktivitas lahan terus meningkat.

Tak hanya itu, para petani juga diimbau untuk terus menjalin komunikasi dengan penyuluh pertanian maupun Bhabinkamtibmas apabila menemui kendala selama proses budidaya. Dengan koordinasi yang baik, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat segera ditangani sehingga tidak mengganggu hasil produksi.

Aiptu Agung Wahyu menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat.

"Kami hadir untuk memberikan pendampingan dan semangat kepada para petani agar terus meningkatkan hasil produksi jagung. Keberhasilan sektor pertanian merupakan bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional," ujarnya.

Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Polri dan masyarakat tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pembangunan di sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Melalui kegiatan sambang dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, Polres Kediri Kota berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin kuat. Di sisi lain, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sehingga hasil panen terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.

Pendampingan seperti ini juga menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong kesejahteraan warga melalui dukungan terhadap sektor pertanian yang berkelanjutan.(Red/lis

AKBP Ferli Hidayat: Profil, Perjalanan Karier, dan Pencopotan Pascatragedi Kanjuruhan


AKBP Ferli Hidayat--(by memorandum.co.id)


MALANG
-Nama AKBP Ferli Hidayat atau yang lebih dikenal dengan sapaan Sam Ferli pernah menjadi perhatian publik setelah peristiwa Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Perwira menengah Polri tersebut saat itu menjabat sebagai Kapolres Malang dan menjadi salah satu pejabat yang terkena kebijakan mutasi setelah insiden yang menewaskan ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 3 September 1982, Ferli Hidayat menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan lulus pada 2001. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan berhasil menyelesaikannya pada 2004 sebagai bagian dari generasi perwira Polri.

Sepanjang perjalanan kariernya, Ferli lebih banyak mengabdi di bidang Lalu Lintas (Lantas). Pengalamannya di bidang tersebut membawanya menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk sebagai Kasubbag Bungkol Spripim Polri. Rekam jejak tersebut menjadi modal sebelum akhirnya dipercaya memimpin Polres Malang.

Pada 24 Januari 2022, AKBP Ferli Hidayat resmi dilantik sebagai Kapolres Malang. Selama memimpin wilayah hukum tersebut, ia aktif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok suporter sepak bola yang memiliki basis besar di Kabupaten Malang.

Mengajak Aremania Menjaga Kondusivitas

Beberapa hari sebelum pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berlangsung pada 1 Oktober 2022, Ferli sempat menyampaikan pesan kepada para suporter melalui siaran langsung Instagram bertajuk Njagong Bareng – Rivalitas 90 Menit Seduluran Selawase! pada 29 September 2022.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh Aremania dan Aremanita untuk menunjukkan sikap sportif serta memberikan dukungan positif kepada klub kebanggaannya. Menurutnya, suporter memiliki peran penting sebagai pemain ke-12 yang mampu menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan kondusif.

Ferli juga berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung dengan tertib sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Malang tetap terjaga, apa pun hasil pertandingan yang diraih kedua tim.

Tragedi Kanjuruhan Mengubah Segalanya

Harapan tersebut berubah menjadi tragedi setelah laga Arema FC kontra Persebaya berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Kekalahan Arema FC memicu sebagian penonton memasuki lapangan. Saat itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyebut sekitar 3.000 orang dari total kurang lebih 40.000 penonton turun ke area pertandingan.

Situasi kemudian berkembang menjadi tidak terkendali ketika aparat keamanan melepaskan gas air mata, termasuk ke arah tribun penonton. Kepanikan massal terjadi ketika ribuan suporter berusaha keluar stadion secara bersamaan. Kondisi pintu keluar yang padat menyebabkan banyak orang terjatuh, terinjak, hingga mengalami sesak napas akibat kekurangan oksigen.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu tragedi sepak bola terbesar dalam sejarah Indonesia dengan korban meninggal dunia mencapai 125 orang berdasarkan data yang saat itu diumumkan pemerintah.

Dicopot dari Jabatan Kapolres Malang

Sebagai tindak lanjut atas Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan evaluasi terhadap jajaran kepolisian yang bertugas dalam pengamanan pertandingan.

Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2098/X/2022 yang diterbitkan pada 3 Oktober 2022, AKBP Ferli Hidayat dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Malang. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Polri saat itu, Irjen Dedi Prasetyo.

Setelah dimutasi, Ferli ditempatkan sebagai Perwira Menengah (Pamen) SSDM Polri. Posisinya sebagai Kapolres Malang kemudian diisi oleh AKBP Putu Kholis Arya sebagai bagian dari langkah evaluasi dan pembenahan pascatragedi Kanjuruhan yang menjadi perhatian nasional maupun internasional.(red/lis)